Sektor Properti Terpuruk 1,6%, Akibat MPRO Anjlok 13,9% pada Sesi I

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (28/7), setelah terpuruk 1,6 persen. Koreksi sektor ini seiring dengan anjloknya saham MPRO sebesar 13,9 persen dan turut menekan IHSG ke zona merah.

Berdasarkan data perdagangan saham Sesi I di BEI pada hari ini, MPRO yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXPROPERT senilai Rp123 triliun, harga sahamnya anjlok paling dalam sebesar 13,9 persen ke posisi 12.425 dan diikuti saham PAMG yang merosot 4,8 persen ke level 60.

Sementara itu, PANI sebagai emiten dengan maket cap terbesar kedua di sektor properti sebesar Rp109 triliun, sahamnya terpantau stagnan di level 6.025. Adapun MKPI dengan market cap Rp20,4 triliun atau di posisi ketiga, sahamnya terpantau merosot 0,81 persen ke level 21.550.

Selain sektor properti, tekanan juga terjadi pada indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang melorot 0,46 persen, dengan koreksi terdalam pada saham PRIM (-2,8%) dan RSCH (-2,1%). Lalu diikuti indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) yang merosot 0,43 persen, dengan penurunan paling tajam pada NFCX (-7,2%) dan MLPT (-5,6%).

Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat menurun 0,38 persen, dengan penurunan paling besar terjadi pada BSWD yang mengalami ARB (-10%) dan ASMI (-5,6%). Pelemahan turut dialami indeks sektor energi (IDXENERGY) yang terkoreksi 0,29 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada AIMS (-5,2%) dan ENRG (-4,9%).

Berikutnya disusul indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang menurun 0,16 persen, dengan koreksi paling tajam terjadi pada TAXI (-7,7%) dan SAPX (-7,1%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,12 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham IKAI (-4,8%) dan PTMP (-4,6%).

Di tengah dominasi sektor yang bergerak negatif, sejumlah indeks sektoral masih mampu bertahan di zona hijau. Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) memimpin penguatan dengan kenaikan 0,77 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada ALKA yang mengalami ARA (+24,7%) dan BAJA yang juga mencatatkan ARA (+24,32%).

Penguatan IDXBASIC didukung pula oleh saham AMMN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp296 triliun, dengan kenaikan harga saham sebesar 1,49 persen. Lalu, TPIA sebagai pemilik market cap Rp182 triliun juga mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,48 persen dan BRPT yang memiliki market cap Rp164 triliun terpantau mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 1,45 persen.

Selain IDXBASIC, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat mengalami penguatan 0,7 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham AISA (+2,67%) dan NASI (+9,7%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) meningkat 0,12 persen, dengan peningkatan terbesar pada ZONE (+19,8%) dan RANS (+11,7%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top