Laba Bersih VKTR Nyungsep 76,22%, Sebagian Besar Keuntungan Dinikmati Pemegang Saham Nonpengendali

vktr

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) hanya membukukan laba bersih Rp1,125 miliar atau ambles 76,22 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp4,732 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 25,2 persen (year-on-year) menjadi Rp10,08 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan VKTR per 30 Juni 2026, emiten di bawah jaringan bisnis Bakrie Group ini mencatatkan laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp8,95 miliar atau melonjak 169,8 persen atau melonjak dibandingkan dengan Semester I-2025 senilai Rp3,32 miliar.

Dengan demikian, dari total laba bersih konsolidasian sebesar Rp10,08 miliar, sebesar 88,84 persen menjadi hak kepentingan nonpengendali, sedangkan hanya 11,16 persen yang menjadi hak pemegang saham induk. Adapun kepentingan nonpengendali tersebut antara lain adalah PT VKTR Sakti Industries (VSI), yang 40 persen sahamnya dimiliki Widodo dan sebesar 60 persen dimiliki VKTR, serta PT Braja Mukti Cakra (BMC) yang juga memiliki pemegang saham nonpengendali.

Kondisi tersebut terjadi di tengah pertumbuhan kinerja operasional yang cukup kuat tercermin dari penjualan bersih VKTR di Semester I-2026 melambung 56,18 persen menjadi Rp646,623 miliar dari Rp414,036 miliar pada Semester I-2025. Kenaikan penjualan ini mendorong laba bruto melompat 42,11 persen menjadi Rp112,445 miliar dari Rp79,129 miliar, sedangkan laba usaha melesat hampir 19 kali lipat menjadi Rp16,03 miliar dari Rp807 juta pada Semester I-2025.

Secara konsolidasian, laba bersih periode berjalan yang dicatatkan VKTR di 1H26 melejit 25,2 persen menjadi Rp10,08 miliar dari Rp8,05 miliar pada 1H25. Namun pertumbuhan tersebut tidak sepenuhnya dinikmati pemegang saham VKTR, karena mayoritas laba dialokasikan kepada kepentingan nonpengendali pada entitas anak. Selain itu, saldo kepentingan nonpengendali dalam ekuitas juga meningkat menjadi Rp217,74 miliar per 30 Juni 2026 dari Rp209,217 miliar per 31 Desember 2025.

Per 30 Juni 2026, total aset VKTR tercatat Rp1,85 triliun atau meningkat 2,81 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,8 triliun. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas membengkak 6,49 persen (year-to-date) menjadi Rp588,9 miliar, yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp357,1 miliar.

Meski liabilitas membengkak, total ekuitas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat bertumbuh 1,18 persen (y-t-d), namun hingga akhir Semester I-2026 VKTR masih mencatatkan defisit (akumulasi rugi) mencapai Rp78,67 miliar. Sementara itu, kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tersisa Rp38,29 miliar atau melorot 26,12 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp51,83 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top