21 Agustus 2026

Laba Bersih ITMG di 1H26 Naik 16,51%, Namun Arus Kas Operasi Ambles 77,82%

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih USD106 juta atau meningkat 16,51 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai USD90,98 juta.

Namun, pertumbuhan laba tersebut berbanding terbalik dengan arus kas dari aktivitas operasi. Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, ITMG hanya membukukan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi senilai USD62,38 juta alias ambles 77,82 persen dibandingkan USD281,26 juta pada Semester I-2025.

Dengan demikian, arus kas operasi ITMG berkurang sebesar USD218,88 juta dalam setahun. Kondisi ini mencerminkan bahwa kenaikan laba bersih di Semester I-2026 tidak diikuti peningkatan kas yang dihasilkan melalui kegiatan operasional emiten yang berada di bawah kendali Banpu Minerals (Singapore) Pte Ltd tersebut.

Untuk kinerja di area top line, pada paruh pertama tahun ini ITMG mencatatkan pendapatan bersih sebesar USD1 miliar atau mengalami pertumbuhan 8,76 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2025 sebesar USD919,42 juta.

Pendapatan dari penjualan batubara kepada pihak ketiga di 1H26 mencapai USD963,94 juta alias bertumbuh 7,44 persen (y-o-y), sedangkan penjualan kepada pihak berelasi meningkat 241,32 persen (y-o-y) menjadi USD36,76 juta. Tetapi, peningkatan revenue ini juga disertai dengan kenaikan beban pokok pendapatan di 1H26 sebesar 7,1 persen (y-o-y) menjadi USD744,01 juta.

Biaya penambangan di Semester I-2026 sebagai salah satu komponen terbesar mengalami peningkatan hingga 16,52 persen menjadi USD385,43 juta dari USD330,79 juta pada Semester I-2025. Royalti meningkat 7,03 persen (y-o-y) menjadi USD110,94 juta, sedangkan biaya transportasi batubara tercatat membengkak 44,8 persen (y-o-y) menjadi USD45,77 juta.

Pada sisi lain, sejumlah komponen beban pokok pendapatan mengalami penurunan, seperti pembelian batubara di 1H26 menurun 26,05 persen menjadi USD106,46 juta dari USD143,96 juta pada 1H25. Adapun gaji dan tunjangan tercatat menurun 35,9 persen menjadi USD15,82 juta dari USD24,68 juta.

Sepanjang Semester I-2026, penyusutan aset tetap menurun 30,94 persen menjadi USD9,62 juta dari USD13,93 juta pada Semester I-2025. Beban bahan bakar dan minyak di 1H26 menurun 35,75 persen (y-o-y) menjadi USD7,89 juta, sedangkan pajak dan bea menurun 38,4 persen (y-o-y) menjadi USD7,33 juta.

Selian itu, ITMG juga mengalami perubahan negatif pada transaksi swap batubara. Pada paruh pertama di 2026, transaksi tersebut menghasilkan kerugian USD1,83 juta alias berbalik dari keuntungan mencapai USD9,23 juta pada paruh pertama di 2025.

Beban penjualan di Semester I-2026 tercatat meningkat 8,67 persen (y-o-y) menjadi USD88,2 juta. Beban umum dan administrasi di 1H26 membengkak 39,57 persen (y-o-y) menjadi USD26,03 juta. Penghasilan keuangan ITMG di 1H26 tercatat menurun 12,25 persen (y-o-y) menjadi USD18,05 juta, sedangkan beban keuangan bisa ditekan menjadi USD3,72 juta dari USD5,5 juta pada 1H25.

Pada sisi balance sheet, total ekuitas ITMG per 30 Juni 2026 tercatat USD1,91 miliar atau meningkat tipis 0,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar USD1,908 miliar. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas mencapai USD506,23 juta alias membengkak 1,71 persen (y-t-d), yang didominasi kewajiban jangka pendek mencapai USD343,16 juta.

Per 30 Juni 2026, total aset emiten milik perusahaan asal Thailand ini tercatat sebesar USD2,42 miliar atau meningkat 0,46 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD737,58 juta atau merosot 8,71 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 mencapai USD807,95 juta.

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *