21 Agustus 2026

Beban di 1H26 Membengkak, EXCL Derita Rugi Bersih Rp994,15 Miliar Meski Omzet Naik 25,65%

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) masih menderita rugi bersih Rp994,15 miliar, meski pendapatan meningkat 25,65 persen (y-o-y) menjadi Rp23,99 triliun. Pertumbuhan omzet ini tergerus kenaikan sejumlah beban, terutama beban penyusutan yang melonjak 42,37 persen (y-o-y) menjadi Rp10,41 triliun.

Mengacu pada laporan keuangan EXCL untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, rugi bersih tersebut sebenarnya menyusut 18,75 persen (y-o-y) dibandingkan dengan rugi bersih di Semester I-2025 sebesar Rp1,22 triliun. Namun penurunan rugi belum cukup untuk membawa EXCL keluar dari zona rugi, lantaran beban usaha di 1H26 membengkak menjadi Rp23,36 triliun dari Rp18,57 triliun pada 1H25.

Selain penyusutan, sejumlah beban lainnya juga mengalami kenaikan, tercermin dari beban infrastruktur di 1H26 meningkat 25,11 persen (y-o-y) menjadi Rp6,71 triliun, sedangkan beban interkoneksi dan langsung lainnya mengalami kenaikan 31,29 persen (y-o-y) menjadi Rp2,79 triliun. Beban penjualan dan pemasaran di 1H26 bahkan melambung 59,93 persen (y-o-y) menjadi Rp1,47 triliun.

Pada Semester I-2026, beban umum dan administrasi yang dicatatkan EXCL tercatat membengkak 38,17 persen (y-o-y) menjadi Rp366,34 miliar, sedangkan beban amortisasi tercatat melonjak 38,64 persen (y-o-y) menjadi Rp281,43 miliar. EXCL juga mencatat biaya keuangan sebesar Rp1,86 triliun pada Semester I 2026, serta membukukan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi sebesar Rp175,63 miliar atau meningkat dibandingkan Rp56,45 miliar pada Semester I-2025.

Akibat sejumlah tekanan tersebut, EXCL mencatat rugi sebelum pajak di Semeseter I-2026 sebesar Rp1,31 triliun atau sedikit membaik dibandingkan dugi sebelum pajak di Semester I-2025 yang sebesar Rp1,34 triliun. Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan Rp315,20 miliar, maka rugi periode berjalan EXCL tercatat Rp998,07 miliar.

Dari jumlah rugi periode berjalan tersebut, maka rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Semester I-2026 mencapai Rp994,15 miliar atau mengalami penurunan dibandingkan dengan rugi bersih di Semester I-2025 mencapai Rp1,22 triliun.

Menurut Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi di Jakarta, Rabu (12/8), pendapatan EXCL di Semester I-2026 mencapai Rp24,03 triliun atau bertumbuh 26 persen (y-o-y). Dia menyebutkan, EBITDA yang dinormalisasi di 1H26 meningkat 19 persen (y-o-y) menjadi Rp11,05 triliun dengan margin 46 persen, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) melonjak 294 persen (y-o-y) menjadi Rp2,73 triliun.

Perbedaan antara Normalized PAT dan laba bersih yang dilaporkan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan profitabilitas yang disampaikan EXCL berdasarkan ukuran yang dinormalisasi belum tercermin pada bottom line laporan keuangan konsolidasian perseroan.

“Semester pertama 2026 menjadi fase penting dalam perjalanan XLSMART. Setelah melalui proses integrasi yang intensif, kami kini memasuki fase optimalisasi dengan fondasi perusahaan yang semakin kuat — skala jaringan yang lebih besar, portofolio spektrum yang semakin luas, dan kekuatan multi-brand kini mulai terealisasi menjadi sinergi nyata,” kata Rajeev.

Dia menyampaikan, pertumbuhan pendapatan EXCL ditopang kenaikan konsumsi data dan ARPU. Blended ARPU meningkat menjadi Rp47,1 ribu pada Semester I 2026 dari Rp38,2 ribu pada Semester I-2025. Sementara itu, lanjut Rajeev, trafik layanan data selama enam bulan pertama tahun ini juga tercatat bertumbuh 19 persen (y-o-y) menjadi 7.934 petabytes.

Pada sisi jaringan, menurut Rajeev, sebesar 92 persen site telah terintegrasi ke jaringan XLSMART hingga akhir Juni 2026. Dia juga menyebutkan bahwa sebanyak 15 ribu site duplikasi sudah dibongkar dan total BTS meningkat 26 persen secara tahunan menjadi 265.442 BTS, termasuk sebanyak 15 ribu BTS 5G.

Dia memaparkan, realisasi sinergi merger (gross synergy) mencapai USD153 juta di sepanjang Semester I-2026 atau tiga kali lipat dibandingkan USD48 juta pada Semester I-2025. Sinergi ini berasal dari penghematan komersial, optimalisasi jaringan pada operasional site, utilitas dan fiber, penghematan biaya regulasi, optimalisasi organisasi, sinergi pemasaran, serta penurunan biaya integrasi.

Lebih lanjut dia menyebutkan, XLSMART juga memperluas layanan 5G hingga 52 kota dengan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen. Kontribusi trafik 5G terhadap pertumbuhan trafik keseluruhan mencapai 27 persen, sedangkan kualitas pengalaman 5G meningkat 2,5 kali dibandingkan 4G.

Namun, ekspansi dan integrasi jaringan tersebut membutuhkan belanja modal (capex) yang besar, tercermin dari capitalized capex EXCL mencapai Rp10,27 triliun pada Semester I 2026 untuk mendukung akselerasi integrasi jaringan dan ekspansi layanan 5G.

Pada sisi cash flow di periode Januari-Juni 2026, aktivitas operasi EXCL menghasilkan arus kas bersih Rp13,68 triliun atau meningkat 55,16 persen (y-o-y). Namun arus kas investasi di 1H26 tercatat negatif Rp7,6 triliun, terutama untuk pembelian aset tetap dan aset tak berwujud sebesar Rp7,79 triliun. Sementara itu, arus kas pendanaan di Semester I-2026 juga tercatat negatif Rp6,75 triliun.

Dengan demikian, kas dan setara kas yang dicatatkan EXCL per 30 Juni 2026 melorot menjadi tersisa Rp2,02 triliun dari Rp2,67 triliun pada 32 Desember 2025. Adapun total aset per 30 Juni 2026 tercatat Rp113,55 triliun atau menurun Rp115,32 triliun pada 31 Desember 2025.

Hingga akhir Semester I-2026, EXCL tercatat bisa menekan total liabilitas menjadi Rp84,5 triliun dari Rp85,31 triliun per 31 Desember 2025, sedangkan ekuitas menyusut menjadi Rp29,05 triliun dari Rp30,01 triliun.

Rajeev menyampaikan, total utang bruto EXCL per 30 Juni 2026 menurun menjadi Rp20,87 triliun. Rasio net debt to EBITDA, termasuk pembiayaan sewa, berada pada level 2,61 kali. Dia juga menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki utang berdenominasi dolar AS, dengan 90 persen pinjaman memiliki suku bunga mengambang dan sebesar 10 persen memiliki suku bunga tetap. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *