Berbalik Merugi di Kuartal I-2026, Defisit DPUM Membengkak Jadi Rp779,69 Miliar

dpum
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menderita rugi bersih periode berjalan sebesar Rp16,89 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang bisa meraih laba bersih Rp46,77 juta.

Berdasarkan laporan keuangan DPUM untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Pandawa Putra Investama ini hanya mampu membukukan pendapatan Rp219,67 miliar atau anjlok 33 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 mencapai Rp327,7 miliar.

Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan DPUM pun bisa ditekan hingga 35,5 persen (year-on-year) menjadi Rp207,38 miliar. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 melonjak 93,8 persen menjadi Rp12,29 miliar dari Rp6,34 miliar pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki Dana Pensiun Pertamina dan PT Jaminan Kredit Indonesia ini mencatatkan beban usaha (neto) sebesar Rp7,67 miliar atau membengkak 48,4 persen (y-o-y), sehingga laba usaha DPUM menjadi Rp4,62 miliar atau melonjak 298,3 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 senilai Rp1,16 miliar.

Sepanjang Kuartal I-2026, emiten milik PT BNI Sekuritas ini mencatatkan beban keuangan (neto) sebesar Rp1,84 miliar atau membengkak 68,8 persen (y-o-y). Dengan demikian, laba sebelum beban pajak yang dicatatkan perseroan menjadi Rp2,78 miliar alias meroket 3.602,2 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp75,09 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp19,67 miliar atau melangit 69.380,7 persen (y-o-y), maka DPUM menderita rugi bersih periode berjalan sebesar Rp16,89 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di 1Q25 yang meraih laba bersih periode berjalan Rp46,77 juta.

Akibat rugi bersih sebesar Rp16,89 miliar tersebut, maka defisit DPUM per 31 Maret 2026 menjadi Rp779,69 miliar atau membengkak 2,2 persen dibandingkan dengan akumulasi rugi per 31 Desember 2025 sebesar Rp762,79 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, jumlah ekuitas tercatat Rp350,64 miliar atau merosot 4,6 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total liabilitas emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Eddy Winata ini sebesar Rp787,04 miliar atau bisa ditekan 1,7 persen (y-t-d), sehingga total aset DPUM hingga akhir Kuartal I-2026 menjadi Rp1,14 triliun atau menurun 2,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,17 triliun.

Hingga akhir Maret 2026, kas dan bank yang dicatatkan DPUM tersisa Rp6,01 miliar atau anjlok 46,4 persen (y-t-d), sedangkan jumlah piutang usaha pihak ketiga (neto) tetap tinggi sebesar Rp294,62 miliar atau menurun tipis 0,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 mencapai Rp296,44 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top