
RollingStock.ID – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) alias private placement dengan menerbitkan maksimal 2.447.298.377 saham baru atau paling banyak 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi emiten pertambangan emas, tembaga dan nikel ini, aksi korporasi tersebut berpotensi memicu dilusi kepemilikan investor eksisting maksimal 9,091 persen apabila seluruh saham baru yang diterbitkan bisa terserap investor strategis.
Kepemilikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tentunya akan menurun dari 19,366 persen menjadi 17,606 persen, porsi PT Mitra Daya Mustika berkurang dari 11,88 persen menjadi 10,8 persen dan Garibaldi Thohir (Boy Thohir) akan menurun dari 7,462 persen menjadi 6,783 persen.
Kepemilikan investor publik akan terdilusi dari 54,558 persen menjadi 49,599 persen. Pada sisi lain, investor baru yang akan menyerap saham private placement bisa menguasai 9,091% saham MDKA. Manajemen perseroan memastikan bahwa pengendali MDKA tetap berada pada PT Provident Capital Indonesia dan SRTG.
Lebih lanjut manajemen MDKA menyatakan, pelaksanaan private placement untuk memperkuat struktur permodalan maupun mendukung ekspansi bisnis grup. Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk belanja modal, pembelian aset, akuisisi saham hingga penyertaan modal pada perusahaan yang relevan dengan bisnis perseroan.
Mengacu pada simulasi MDKA, dengan asumsi harga saham Rp3.100 per saham dan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.368/USD per 5 Mei 2026, private placement ini diperkirakan bisa meningkatkan ekuitas perseroan sekitar USD436,8 juta. Tambahan modal ini juga dapat memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari 1 kali menjadi 0,8 kali.
Perusahaan yang sahamnya juga dimiliki investor individu Santoso Kartono dan Sakti Wahyu Trenggono ini menyampaikan bahwa hingga kini belum ada investor strategis yang menyampaikan minat untuk membeli saham baru MDKA tersebut. Manajemen juga belum mengungkap identitas calon investor maupun potensi afiliasi dengan perseroan. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
