Berencana Bayar Utang, PTRO Siap Jual KMS ke SINI Senilai Rp1,73 Triliun

ptro
PT Petrosea Tbk (PTRO) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Emiten miliki taipan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) mengaku akan menjual seluruh sahamnya di anak usaha, PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) sebesar Rp1,73 triliun kepada PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang juga merupakan emiten milik Prajogo melalui PT Kreasi Jasa Persada.

Hal itu disampaikan manajemen PTRO saat merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 21 April 2026 terkait rencana penjualan 99,99 persen sahamnya di KMS. Transaksi ini disebut sebagai langkah strategis perseroan dalam melakukan penataan portofolio usaha dan memperkuat struktur keuangan.

Manajemen menyebutkan, keputusan penjualan KMS dilatarbelakangi upaya berkelanjutan dalam mengevaluasi seluruh lini bisnis dan entitas anak guna memastikan keselarasan dengan arah strategi jangka panjang. Dalam beberapa waktu terakhir, PTRO secara aktif meninjau portofolio usaha, dengan tujuan meningkatkan fokus pada kegiatan usaha inti.

Adapun kegiatan usaha inti tersebut mencakup jasa pertambangan, engineering, procurement and construction (EPC), engineering, procurement, construction and installation (EPCI), serta layanan logistik terintegrasi. Selain itu, PTRO juga menargetkan penguatan pada sektor pertambangan mineral lain yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Lebih lanjut manajemen PTRO mengungkapkan, hasil transaksi penjualan KMS akan digunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan erseroan. Sebesar 70 persen dari dana yang didapat akan dialokasikan untuk pelunasan utang jangka panjang kepada pihak ketiga, sedangkan sisanya untuk mendukung kegiatan operasional, investasi dan kebutuhan korporasi lainnya.

Nilai transaksi penjualan KMS ditetapkan sebesar Rp1,73 triliun, yang didasari laporan penilaian independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Swendho Rinaldy dan Rekan. Dalam proses penilaian, digunakan dua pendekatan utama, yaitu metode diskonto arus kas dan metode penyesuaian aset bersih.

Secara proforma, transaksi ini akan memberikan sejumlah dampak terhadap kinerja keuangan. Aset lancar akan meningkat dan aset tidak lancar mengalami penurunan seiring dengan pelepasan KMS. Pada sisi lain, liabilitas jangka pendek dan jangka panjang akan mengalami penurunan, lantaran dana hasil transaksi akan dimanfaatkan untuk melunasi utang.

Selain itu, ekuitas PTRO akan mengalami kenaikan, begitu pula dengan laba bersih tahun berjalan yang akan meningkat. Namun demikian, akan terjadi penurunan pada kas bersih yang didapat dari aktivitas operasi, serta hilangnya kontribusi pendapatan dari KMS yang dilepas perseroan.

Sebelumnya diberitakan RollingStock, SINI yang merupakan emiten kongsian dua konglomerat Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro ini akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) yang berpotensi meraup Rp3,6 triliun. Sebagian besar uang hasil rights issue ini akan digunakan SINI untuk mendanai pengambilalihan KMS dari PTRO, serta memperbaiki struktur keuangan yang menderita defisiensi modal. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top