
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) membukukan laba bersih Rp128,82 miliar atau bertumbuh 23,2 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I 2025 yang senilai Rp104,6 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan MORA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten pemilik brand Moratelindo ini mencatatkan pendapatan Rp962,61 miliar atau mengalami kenaikan 7,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp895,45 miliar.
Seiring dengan peningkatan kinerja di area top line tersebut, beban langsung yang dicatatkan MORA tercatat naik 13 persen (year-on-year) menjadi Rp370,12 miliar. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I 2026 menjadi Rp592,49 miliar atau lebih tinggi 4,3 persen dibandingkan Kuartal I 2025 yang senilai Rp567,88 miliar.
Beban usaha selama tiga bulan pertama di 2025 mengalami kenaikan 2,2 persen (y-o-y) menjadi Rp307,08 miliar, sehingga laba usaha yang dibukukan MORA bertumbuh 6,8 persen menjadi Rp285,41 miliar dari Rp267,28 miliar pada tiga bulan pertama di 2025.
Pada periode Januari-Desember 2026, Moratelindo mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp192,29 miliar atau melonjak 31 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2025 senilai Rp146,81 miliar.
Dengan adanya beban pajak (neto) di 2026 sebesar Rp49,69 miliar, maka laba tahun berjalan yang dibukukan MORA menjadi Rp142,6 miliar atau meningkat 28,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I 2026 sebesar Rp128,82 miliar.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas MORA per 31 Maret 2026 tercatat Rp8,06 triliun atau meningkat 1,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp7,91 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas relatif stabil di angka Rp6,86 triliun atau naik tipis 0,3 persen secara year-to-date.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp14,92 triliun atau bertumbuh 1,1 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas senilai Rp1,35 triliun alias menurun 1,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp1,37 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
