
RollingStock.ID – PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) mengungkap rencana perluasan lini usaha ke bisnis angkutan laut penumpang di tengah tren pelemahan harga saham perseroan. Pada perdagangan kemarin (15/7), saham BESS ditutup menurun 2,2 persen ke level 895 dan sekaligus memperpanjang tren penurunan secara year-to-date menjadi terkoreksi 43,71 persen.
Berdasarkan keterangan resmi BESS yang dikutip Kamis (16/7), emiten di bawah kendali PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi ini berencana menambah kegiatan usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Liner dan Tramper untuk Penumpang (KBLI 50111) melalui pembangunan satu unit kapal Phinisi GT-540.
Manajemen BESS menyebutkan, rencana ini harus terlebih dahulu meminta persetujuan para pemegang saham melalu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.
Selain menambah bidang usaha baru, BESS juga akan menyesuaikan kegiatan usaha yang saat ini tercatat sebagai Angkutan Laut Perairan Pelabuhan Dalam Negeri untuk Barang (KBLI 50132) menjadi Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (KBLI 50121) dan Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (KBLI 50122).
Penyesuaian tersebut dilakukan agar selaras dengan ketentuan dalam sistem Online Single Submission (OSS) dan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Menajemen BESS menyatakan, perubahan KBLI tersebut tidak mengubah kegiatan utama perusahaan yang tetap bergerak di bidang pengangkutan komoditas batubara dan nikel.
Lebih lanjut manajemen menjelaskan, penambahan lini bisnis angkutan penumpang merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan usaha sekaligus mendukung penerapan strategi keberlanjutan perseroan. BESS berharap langkah ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis dan kinerja keuangan perseroan di masa mendatang.
Kapal Phinisi GT-540 dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027 untuk melayani rute wisata laut seperti Raja Ampat, Taman Nasional Cendrawasih, Ambon-Raja Ampat, Ambon-Taman Nasional Cendrawasih dan Maumere–Ambon. BESS akan menawarkan layanan open trip maupun charter privat yang menyasar wisatawan, keluarga hingga korporasi.
Dari sisi finansial, KJPP DAZ & Rekan memproyeksikan bahwa bisnis baru tersebut mampu menghasilkan total pendapatan Rp142,73 miliar sepanjang 2027-2031 atau rata-rata Rp28,55 miliar per tahun. Analisis kelayakan juga menunjukkan proyek memiliki Net Present Value (NPV) sebesar Rp5,98 miliar, Internal Rate of Return (IRR) 20,34 persen, Profitability Index (PI) 1,34 dan payback period selama empat tahun sembilan bulan.
Pada sisi kinerja saham, harga saham BESS masih bergerak dalam tren menurun. Sejak awal pekan ini, saham menurun 0,53 persen pada perdagangan Senin, kemudian kembali melemah 1,61 persen pada Selasa, sebelum merosot lagi sebesar 2,2 persen pada perdagangan Rabu (15/7).
Meski demikian, pada perdagangan kemarin terpantau investor asing masih membukukan net foreign buy senilai Rp12,1 juta, namun belum mampu mengangkat harga saham BESS. Secara akumulatif, saham telah terkoreksi 3,76 persen dalam sepekan terakhir, lalu tercatat melemah 5,79 persen dalam satu bulan, melorot 24,79 persen dalam tiga bulan terakhir dan sudah anjlok 43,71 persen sejak awal tahun ini. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
