
RollingStock.ID – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik (free float) di tengah pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback). Bahkan, perseroan akan menjual kembali saham treasuri dan membuka opsi pengurangan porsi kepemilikan pemegang saham pengendali.
Komitmen tersebut disampaikan manajemen CBDK dalam tanggapan perseroan atas permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 1 Juli 2026, khususnya terkait upaya CBD PIK2 dalam menjaga kepatuhan terhadap ketentuan free float sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A.
Manajemen CBDK mengaku bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mematuhi ketentuan kepemilikan saham publik dengan memperhatikan batas maksimum saham treasuri yang dapat dimiliki, serta memastikan jumlah saham yang dimiliki masyarakat tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
Hingga 30 Juni 2026, CBDK memiliki saham treasuri sebanyak 26.913.100 lembar atau sebesar 0,47 persen dari total saham tercatat di BEI, sedangkan saat ini porsi saham free float mencapai 12,26 persen. Berdasarkan data BEI, pemegang saham pengendali (PSP) CBDK adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dengan kepemilikan 87,27 persen.
“Dalam perencanaan Perseroan ke depan, saham treasuri akan dilepas kembali ke pasar sebagai salah satu pemenuhan ketentuan kepemilikan saham publik dan upaya lain yang dipandang perlu dan feasible untuk dijalankan di kemudian hari termasuk mengurangi porsi kepemilikan saham di level pemegang saham pengendali,” tulis manajemen CBDK.
Lebih lanjut manajemen menyampaikan, saat ini fluktuasi pasar tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun kinerja operasional CBDK. Manajemen CBD PIK2 menyebutkan bahwa kondisi keuangan tetap sehat dengan operasional yang stabil dan prospek usaha jangka panjang yang baik.
Per 31 Maret 2026, total aset CBDK sebesar Rp22,43 triliun, sedangkan ekuitas mencapai Rp12,47 triliun atau meningkat 4,1 persen (year-to-date). Pada Kuartal I-2026, pendapatan melonjak menjadi Rp742,59 miliar dari Rp205,5 miliar pada Kuartal IV-2025, sedangkan laba bersih 1Q26 meningkat menjadi Rp546,36 miliar dari posisi 4Q25 senilai Rp53,33 miliar.
Menurut manajemen CBDK, pelaksanaan buyback merupakan respons terhadap kondisi pasar modal yang berfluktuasi guna menjaga kepercayaan pemegang saham terhadap nilai jangka panjang perseroan. Emiten properti dan real estate ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan program buyback saham selama kurun 20 Mei-19 Agustus 2026. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
