Rights Issue SINI Rp3,61 Triliun Ancam Dilusi 60%, Investor Besar Kompak Alihkan HMETD

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) alias rights issue maksimal Rp3,61 triliun. Namun aksi korporasi ini berpotensi memicu dilusi kepemilikan hingga 60 persen dan sejumlah pemegang saham besar SINI juga memilih untuk tidak menebus seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Berdasarkan Prospektus rights issue SINI yang diterbitkan di Bekasi, Rabu (1/7), perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru bernilai Rp100 per lembar atau setara 60 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh SINI setelah rights issue.

Setiap pemegang dua saham lama berhak memperoleh tiga HMETD, sedangkan setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Dengan skema ini, SINI berpotensi menghimpun dana investor hingga Rp3,61 triliun.

Manajemen perseroan mengingatkan, pemegang saham yang tidak menebus HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi hingga maksimum 60 persen. Dalam prospektus juga menunjukkan bahwa sejumlah pemegang saham utama tidak melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.

PT Autum Prima Indonesia (API) selaku pemegang saham utama dengan kepemilikan 30 persen hanya akan melaksanakan 60 juta HMETD dari total hak sebanyak 216,45 juta HMETD. Sisanya akan dialihkan kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR), PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).

Batubara Development Pte Ltd (BBD) yang menguasai 15,49 persen saham SINI menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD miliknya dan mengalihkan seluruh haknya tersebut kepada Ever Grace International Trading Limited dan DIR.

Sementara itu, Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) yang memiliki 9 persen saham juga menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dan mengalihkan sebagian hak kepada TRIM.

PT Kreasi Jasa Persada (KJP) selaku pemegang 19,74 persen saham akan mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada PT Petrosea Tbk (PTRO). Masuknya emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini sebagai penerima pengalihan HMETD dan sekaligus menjadi pembeli siaga bisa mengubah komposisi kepemilikan saham SINI secara signifikan.

Dalam simulasi struktur permodalan setelah PM-HMETD I, kepemilikan PTRO berpotensi meningkat dari 0,25 persen menjadi 21,76 persen apabila seluruh skenario pelaksanaan HMETD berjalan sesuai rencana. Sebaliknya, kepemilikan API akan menurun dari 30 persen menjadi 16,99 persen, BBD dari 15,49 persen menjadi 6,20 persen, Happy Hapsoro dari 9 persen menjadi 3,6 persen, sedangkan KJP akan menurun dari 19,74 persen menjadi 7,9 persen. Manajemen SINI menegaskan, pelaksanaan rights issue ini tidak mengakibatkan perubahan pengendali.

Guna memastikan seluruh saham baru terserap, PTRO sudah menyatakan komitmennya sebagai pembeli siaga dengan membeli sisa saham baru hingga maksimal 116,18 juta saham. Jika setelah itu masih ada sisa saham baru yang tidak diambil, maka HPS dan TRIM akan bertindak sebagai pembeli siaga lainnya secara proporsional sesuai porsi komitmennya masing-masing.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan, perdagangan HMETD akan berlangsung selama kurun 14-20 Juli 2026. Tanggal terakhir pelaksanaan dan pembayaran HMETD ditetapkan pada 20 Juli 2026, sedangkan pembayaran penuh oleh pembeli siaga dijadwalkan pada 23 Juli 2026. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top