DSSA Bidik Potensi Dividen dan Kenaikan Nilai Investasi dari EXCL Lewat Akuisisi BMT

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membidik potensi penerimaan dividen sekaligus pertumbuhan nilai investasi jangka menengah dan panjang melalui investasinya di PT Bali Media Telekomunikasi (BMT).

Berdasarkan surat DSSA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 10 Juli 2026, perseroan meyakini bahwa kepemilikan BMT di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) akan memberikan manfaat setelah operator telekomunikasi hasil penggabungan PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk ini memiliki skala usaha yang lebih besar, fundamental bisnis lebih kuat dan daya saing lebih tinggi.

Sebelumnya, DSSA melaporkan bahwa perseroan melakukan transaksi afiliasi pembelian 11.193.772.120 saham atau sebesar 100 persen saham BMT senilai Rp4 triliun melalui dua entitas anak usahanya, yakni PT DSST Mas Gemilang (DSST) dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS) dari PT Infinity Investama (IFI) dan PT Prima Mas Abadi (PMA).

Manajemen DSSA menjelaskan, investasi pada BMT dilakukan untuk memanfaatkan kepemilikan BMT di EXCL. Terbentuknya XLSMART (EXCL) melalui penggabungan usaha XL Axiata dan Smartfren akan menghasilkan entitas telekomunikasi dengan skala usaha yang lebih besar dan berfundamental bisnis lebih kuat, serta lebih kompetitif di industri.

“Atas dasar pertimbangan tersebut, perseroan meyakini bahwa investasi pada BMT dapat memberikan kontribusi positif terhadap nilai investasi dan potensi penerimaan dividen bagi Perseroan dalam jangka menengah dan panjang,” demikian disampaikan manajemen dalam keterangannya kepada BEI.

Sebagai perusahaan holding, kegiatan utama BMT adalah melakukan penyertaan saham. Manajemen DSSA menyebutkan bahwa BMT memperoleh manfaat dari kepemilikannya di EXCL. Mengutip laporan penilaian independen, aset utama BMT berupa kepemilikan sebesar 24,57 persen saham EXCL, sehingga akuisisi tersebut memberikan eksposur tidak langsung DSSA terhadap XLSMART.

Sekadar mengingatkan, dalam ketrangan resmi DSSA pada 1 Juli 2026, perseroan menyatakan bahwa akuisisi BMT merupakan bagian dari strategi memperkuat bisnis infrastruktur digital dan teknologi. Melalui transaksi tersebut, emiten di bawah kendali PT Sinar Mas Tunggal ini menargetkan penguatan struktur bisnis, perluasan kapabilitas usaha, serta percepatan integrasi ekosistem digital melalui penyatuan aset, jaringan, teknologi dan kompetensi yang saling melengkapi.

Setelah transaksi efektif, DSST akan menguasai 11.193.772.119 saham atau sebesar 99,99999999 persen jumlah saham BMT, sedangkan SSS memiliki satu saham atau 0,00000001 persen. Dengan demikian, BMT menjadi anak usaha yang dikendalikan dan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan DSSA. Manajemen perseroan menegaskan, seluruh dana akuisisi berasal dari kas internal, sedangkan pengambilalihan dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pemindahan Hak atas Saham pada 29 Juni 2026 dan merupakan transaksi tunggal.

Dalam surat yang sama, manajemen DSSA juga mengungkapkan bahwa transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), karena tidak memenuhi kriteria transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Seluruh pihak dalam transaksi berada di bawah kepemilikan dan pengendalian —baik secara langsung maupun tidak langsung— dari Franky Oesman Widjaja sebagai pemilik manfaat akhir (UBO). (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top