Ekspansi Kendal Industrial Park Ditopang Utang Baru Saat Liabilitas KIJA Capai Rp7 Triliun

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Anak usaha anak PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), yakni PT Kawasan Industri Kendal (KIK) meraih fasilitas pinjaman term loan non-revolving maksimal Rp1,2 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk mendukung kelanjutan ekspansi Kendal Industrial Park.

Menurut Wakil Direktur Utama KIJA, Budianto Liman dalam siaran pers perseroan yang diterbitkan Sabtu (23/5), KIK menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan BBRI pada 21 Mei 2026. Fasilitas utang ini bertenor 10 tahun dengan availability period hingga 24 bulan.

Kesepakatan untuk menambah fasilitas pinjaman yang baru tersebut dilakukan saat liablitas KIJA secara konsolidasian per 31 Maret 2026 mencapai Rp7,05 triliun atau meningkat dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp6,91 triliun.

Budianto menyampaikan, dana hasil pinjaman dari BRI itu terutama akan digunakan untuk keperluan umum korporasi terkait pengembangan Kendal Industrial Park, termasuk pengembangan lahan maupun pembangunan infrastruktur.

Fasilitas tersebut tidak serta-merta menambah kewajiban secara penuh, mengingat pencairannya dapat dilakukan secara bertahap selama periode ketersediaan pinjaman. Namun, pendanaan baru tersebut tentunya menambah komitmen pembiayaan jangka panjang KIK dalam mendukung ekspansi kawasan industri.

Pada sisi lain, per 31 Maret 2026, emiten properti dan real estate yang didirikan olehh pengusaha Setyono Djuandi Darmono ini masih memiliki kewajiban jangka panjang yang cukup besar, yakni Senior Notes mencapai Rp3,13 triliun dan pinjaman bank jangka panjang Rp1,32 triliun.

Mengacu pada laporan keuangan Jababeka untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, perseroan mencatatkan kenaikan beban keuangan sebesar 9,14 persen menjadi Rp99,11 miliar dari Rp90,81 miliar pada periode yang sama di 2025. Sementara itu, kinerja operasional konsolidasian menunjukkan adanya tekanan pada sejumlah indikator.

Pada Kuartal I-2026, pendapatan dan jasa KIJA tercatat menurun menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,29 triliun pada Kuartal I-2025, sedangkan laba bruto juga merosot menjadi Rp432,24 miliar dari Rp540,83 miliar. Meski demikian, perseroan masih membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp163,98 miliar.

Dalam fasilitas pinjaman dari BRI tersebut, KIK akan memberikan jaminan berupa aset tanah tertentu, aset tetap dan piutang yang terkait dengan pengembangan Kendal Industrial Park.

“Fasilitas ini menyediakan pendanaan jangka panjang untuk melengkapi posisi kas KIK yang kuat serta semakin meningkatkan fleksibilitas keuangan secara keseluruhan, sekaligus mendukung percepatan pengembangan Kendal Industrial Park dan ekspansi ekosistem kawasan industrinya,” ujar Budianto. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top