Tergerus Lonjakan Beban di 1Q26, Laba Bersih DAAZ Melorot Jadi Rp83,95 Miliar

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) hanya membukukan laba bersih Rp83,95 miliar atau melorot 13,4 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp96,9 miliar. Penurunan diakibatkan adanya tekanan dari lonjokan beban pokok, beban usaha dan beban keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan DAAZ untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Daaz Nusantara Abadi ini mencatatkan pendapatan Rp3,56 triliun atau melompat 15,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp3,08 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan selama tiga bulan pertama tahun ini tercatat meningkat lebih tinggi sebesar 18 persen (year-on-year) menjadi Rp3,35 triliun, sehingga laba bruto emiten milik pengusaha Zainal Abidinsyah Siregar ini di Kuartal I-2026 menjadi Rp212,33 miliar alias merosot 11,9 persen (y-o-y).

Penurunan profitabilitas di 1Q26 juga tercermin dari jumlah laba sebelum pajak penghasilan yang hanya Rp101,79 miliar atau anjlok 35,1 persen (y-o-y). Pelemahan ini terutama disebabkan adanya peningkatan beban usaha sebesar 52,5 persen (y-o-y) menjadi Rp53,89 miliar dan kenaikan beban keuangan sebesar 34,9 persen (y-o-y) menjadi Rp54,17 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp20,48 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan DAAZ menjadi Rp81,31 miliar atau terperosok 38,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai Rp83,95 miliar alias melorot 13,4 persen (y-o-y).

Pada sisi neraca, jumlah ekuitas DAAZ per 31 Maret 2026 tercatat Rp2,26 atau bertumbuh 2,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp2,2 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp4,3 triliun atau membengkak 3,7 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp2,38 triliun.

Per 31 maret 2026, total aset emiten yang sahamnya dimiliki PT Sumber Wahyu Sentosa ini tercatat sebesar Rp6,55 triliun atau meningkat 3,3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp701,02 miliar alias merosot 17,0 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp844,64 miliar.

Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, penurunan kas DAAZ tersebut tertutama dipengaruhi arus kas bersih dari aktivitas operasi yang tercatat negatif Rp74,93 miliar, arus kas aktivitas investasi negatif Rp13,43 miliar dan arus kas aktivitas pendanaan negatif Rp52,15 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top