GMFI Rencanakan Kuasi Reorganisasi untuk Hapus Defisit USD512,87 Juta

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berencana melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo laba negatif (defisit) mencapai USD512,87 juta per 31 Januari 2026, sejalan dengan upaya memperbaiki struktur ekuitas dan menyajikan posisi keuangan yang lebih mencerminkan kondisi aktual perusahaan.

Berdasarkan pengumuman resmi GMFI yang diterbitkan di Jakarta, Senin (25/5), emiten di bawah kendali PT Angkasa Pura Indonesia ini menyebutkan bahwa pelaksanaan kuasi reorganisasi akan menggunakan laporan keuangan per 31 Januari 2026. Rencana mengeliminasi defisit ini membutuhkan persetujuan RUPS Luar Biasa yang diagendakan berlangsung pada 1 Juli 2026.

Manajemen GMFI menyatakan, defisit perseroan sebesar USD512,87 juta tersebut menjadi tantangan, meski kondisi ekuitas perseroan sudah bisa kembali positif. Manajemen menilai, keberadaan defisit historis mempersempit peluang untuk mendapatkan pendanaan eksternal, membatasi ekspansi bisnis, menghambat potensi kerjasama strategis dan menekan daya saing.

Perusahaan yang sahamnya dimiliki PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebesar 27,44 persen ini menyampaikan, defisit GMFI berawal dari tekanan industri penerbangan akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan permintaan jasa perawatan pesawat dan berdampak pada kinerja keuangan perseroan. Kondisi ekuitas negatif tercatat 2018 dan berlangsung selama delapan tahun berturut-turut.

Namun demikian, kinerja GMFI mulai menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, tercermin dari perolehan laba tahun berjalan secara berturut-turut sejak 2022. Pada Tahun Buku 2025, laba tahun berjalan mencapai USD33,97 juta atau meningkat dibandingkan USD26,9 juta pada 2024 dan sebesar USD20,17 juta pada 2023.

Untuk periode satu bulan yang berakhir 31 Januari 2026, GMFI mencatat laba periode berjalan sebesar USD2,67 juta, sedangkan pendapatan di sepanjang Januari 2026 mencapai USD41,81 juta.

Sementara itu, total aset per 31 Desember 2025 tercatat USD812,98 juta, liabilitas sebesar USD698,41 juta dan ekuitas positif USD114,57 juta. Per 31 Januari 2026, total aset meningkat menjadi USD831,96 juta, sedangkan liabilitas bisa ditekan menjadi US$695,25 juta dan ekuitas meningkat menjadi USD136,71 juta.

Manajemen GMFI mengingkapkan, upaya menghapus defisit akan menggunakan komponen ekuitas berdasarkan urutan prioritas. Pada tahap awal akan dilakukan menggunakan agio saham sebesar USD299,56 juta dan selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar USD1,14 juta. Setelah eliminasi tersebut, tersisa defisit sebesar USD212,16 juta dan selanjutnya akan dieliminasi melalui penurunan modal ditempatkan dan disetor dengan mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar.

Adapun nilai nominal saham Seri A akan menurun dari Rp100 menjadi Rp24 per lembar, sedangkan saham Seri B menurun dari Rp25 menjadi Rp17 per lembar. Dengan skema tersebut, maka modal ditempatkan dan disetor penuh GMFI akan menurun dari Rp5,24 triliun menjadi Rp2,32 triliun.

Manajemen GMF AeroAsia mengaku, kuasi reorganisasi bertujuan untuk memperkuat struktur keuangan melalui eliminasi defisit, menyajikan posisi keuangan yang mencerminkan kondisi usaha saat ini, meningkatkan daya tarik bagi investor dan mendukung akses pendanaan, serta membuka peluang kemitraan strategis. Selain itu, perseroan berharap bisa memiliki kemampuan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top