ELPI Raih Fasilitas Utang Jangka Pendek Rp633,44 Miliar, Bunga Capai 9%

elpi
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melaporkan bahwa perseroan telah meraih fasilitas pinjaman Rp633,44 miliar dari pihak ketiga non-perbankan untuk mendukung akuisisi kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805.

Berdasarkan surat ELPI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 15 April 2026, pendanaan tersebut digunakan untuk pembelian kapal melalui lelang yang diselenggarakan Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte Ltd. Kapal tersebut dibangun Zhejiang Shipbuilding Co pada 2014, dengan panjang 100,2 meter, lebar 21 meter, kedalaman 8 meter dan tonase kotor 6.146.

Manajemen mengaku, tingkat bunga atas fasilitas utang tersebut mencapai 9 persen per tahun dengan jangka waktu maksimal sembilan bulan sejak tanggal perjanjian atau hingga dilakukan refinancing apabila terjadi lebih dahulu. Skema ini mencerminkan penggunaan pendanaan jangka pendek untuk mendukung penyelesaian transaksi dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan laporan keuangan ELPI per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas emiten di bawah kendali PT Kreasi Cipta Timur ini sebesar Rp2,7 triliun. Dengan nilai transaksi mencapai lebih dari 20 persen ekuitas, maka pinjaman ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen ELPI menyebutkan, kebutuhan pendanaan bersifat mendesak seiring adanya kewajiban pembayaran atas akuisisi kapal dengan jatuh tempo pada 7 April 2026. Sementara itu, pendanaan melalui fasilitas perbankan masih dalam proses, sehingga perusahaan memanfaatkan alternatif pembiayaan dari pihak non-perbankan.

Transaksi ini dilakukan melalui entitas anak, yaitu PT ELPI Trans Cargo, yang bertindak sebagai pihak peminjam, sedangkan pemberi pinjaman adalah pihak ketiga yang bukan bank maupun institusi keuangan dan tidak disebutkan identitasnya.

Berdasarkan data BEI, saat ini sebesar 98,15 persen dari jumlah saham hanya terkonsentrasi pada enam pihak, yakni PT Kreasi Cipta Timur sebesar 82,36 persen, PT Citra Prima loka (4,57%), PT Global Berkat Solusindo (4,55%), Bank of Singapore Limited (2,45%), Tan Christian Taniputra (2,55%) dan Surya Budiman (1,67%). (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top