FITT Siap Lepas Bisnis Hotel, Akuisisi Perusahaan Tambang dan Transformasi Jadi Holding

fitt
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) berencana melakukan transformasi besar-besaran dengan melepas seluruh kepemilikannya pada dua anak usaha sektor perhotelan dan pariwisata, sekaligus mengakuisisi perusahaan jasa pertambangan. Rencana ini akan dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dan RUPS Independen yang digelar besok (26/6).

Berdasarkan keterbukaan informasi FITT yang diterbitkan di Majalengka, Jawa Barat (24/6), perseroan akan menjual seluruh sahamnya di PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW) dengan total nilai transaksi divestasi sebesar Rp67,91 miliar. Dana hasil divestasi ini akan digunakan untuk mengakuisisi 50 persen saham PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) senilai Rp46,5 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp21,41 miliar dialokasikan untuk pembayaran utang FITT.

Manajemen FITT menjelaskan, rangkaian transaksi tersebut merupakan bagian dari penataan struktur usaha. Tahap pertama dilakukan melalui divestasi seluruh kepemilikan saham pada BMP dan FAW, sehingga FITT tidak lagi menjalankan kegiatan operasional di bidang perhotelan dan pariwisata. Tahap berikutnya, penggunaan dana hasil divestasi untuk mendukung akuisisi VTP sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan portofolio usaha, sebelum akhirnya FITT bertransformasi menjadi perusahaan holding.

Seperti diketahui, pada perjanjian yang ditandatangani 19 Mei 2026, FITT akan menjual 99,99 persen saham BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo senilai Rp21,9 miliar dan 99,96 persen saham FAW kepada PT Pratama Global Servindo sebesar Rp46,01 miliar.

Sementara itu, akuisisi dilakukan terhadap 50 persen saham VTP yang dimiliki PT Sheng Yue Hengli (SYH) seharga Rp46,5 miliar. VTP merupakan perusahaan di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, dengan kegiatan utama sebagai kontraktor tambang nikel. Perusahaan ini sudah memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan dan menjalankan operasi di Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut manajemen FITT menyebutkan, keputusan divestasi diambil setelah mengevaluasi kinerja portofolio usaha. BMP yang mengoperasikan Fitra Hotel Majalengka tercatat mengalami kerugian operasional dalam beberapa tahun terakhir akibat tekanan persaingan di sektor perhotelan, sedangkan FAW hingga kini masih dalam tahap pengembangan dan belum beroperasi secara komersial.

Sebagai bagian dari transformasi bisnis, FITT juga berencana mengubah kegiatan usaha utama dari sektor perhotelan menjadi aktivitas perusahaan holding (KBLI 64200) dan menambah kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas konsultasi manajemen lainnya (KBLI 70209). FITT akan berfokus pada pengelolaan investasi strategis, pengawasan entitas anak dan diversifikasi portofolio usaha.

Manajemen perseroan menilai, akuisisi VTP akan memberikan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. Saat ini VTP telah beroperasi aktif sebagai kontraktor pertambangan dengan kapasitas produksi lebih dari 700.000 ton per tahun dan memiliki kontrak jangka panjang dengan pemegang IUP nikel di Sulawesi Tengah.

Dari sisi keuangan, FITT memperkirakan transformasi bisnis tersebut akan memperkuat kondisi keuangan perseroan. Proyeksi proforma menunjukkan kas dan setara kas meningkat menjadi Rp131,58 miliar, total aset mencapai Rp242,88 miliar dan total ekuitas mengalami kenaikan menjadi Rp165,81 miliar. Net profit margin juga diproyeksikan berbalik dari negatif 61,94 persen pada 2025 menjadi positif 28,9 persen pada Tahun Buku 2026.

Sejalan dengan perubahan model bisnis tersebut, FITT juga mengusulkan perubahan nama menjadi PT Fortune Resources Investment Tbk dan memindahkan domisili kantor pusat dari Majalengka ke kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi divestasi dan akuisisi tersebut merupakan transaksi material dengan nilai mencapai 147,67 persen dari total ekuitas FITT per 31 Desember 2025. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top