
RollingStock.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) menyetujui usulan jajaran direksi yang akan membagikan dividen tunai final senilai Rp3,5 per saham atau setara dengan Rp48,14 miliar, yang dananya bersumber dari laba bersih Tahun Buku 2025 sebesar Rp117,85 miliar.
Berdasarkan hasil RUPS Tahunan PMJS yang digelar di Jakarta, Rabu (24/6), para pemegang saham telah menyetjui rencana emiten yang berada di dalam jaringan bisnis Dipo Group ini untuk membagikan dividen tunai Rp48,14 miliar atau mencerminkan dividend payout ratio sebesar 40,85 persen.
Direktur Utama PMJS, Ie Putra menyebutkan bahwa total dividen tersebut setara dengan Rp3,5 per saham. Dia menyampaikan, sebesar Rp5,9 miliar dari laba bersih Tahun Buku 2025 akan disisihkan perseroan sebagai dana cadangan.
“Sisanya sebesar Rp63.838.609.637 akan dimasukkan sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja perseroan,” kata Ie Putra sembari menyatakan bahwa Rapat juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi PMJS untuk melakukan tata cara pembagian dividen tunai.
“Dividen tunai akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada 6 Juli 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB (recording date),” ujar Ie Putra.
Dengan penetapan dividen Rp3,5 per saham, maka PT Pahalamas Sejahtera sebagai pemegang saham pengendali PMJS akan menerima Rp24,19 miliar (Rp24,188 miliar), sedangkan Mitsubishi Corporation berhak atas dividen sebesar Rp16,37 miliar (Rp16,369 miliar) dan Komisaris Utama Perseroan, Suhanti Poniman sebagai pemegang 6,8 persen saham PMJS akan meraih Rp3,28 miliar (Rp3,276 miliar).
Sementara itu, investor publik atau pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen akan mendapatkan alokasi dana dividen tunai final senilai Rp4,31 miliar, termasuk di antaranya adalah investor institusi PT Graha Prima Wisesa (2,6%) dan PT Ozindo Inan Abadi (1,68%), serta investor individu Suhardi Poniman (1,45%).
Patut dicatat, cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 Juli 2026 (cum date), sedangkan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 3 Juli 2026. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai pada 6 Juli 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 7 Juli 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 Juli 2026. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
