
RollingStock.ID – PT Indika Energy Tbk (INDY) dikabarkan tengah mempertimbangkan rencana penjualan anak usaha batubara utamanya, PT Kideco Jaya Agung. Kabar ini dikutip Kamis (16/7) dari laporan Bloomberg yang menyebutkan isu divestasi ini memiliki nilai transaksi lebih dari USD1 miliar.
Lebih lanjut Bloomberg melaporkan, saat ini INDY bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengevaluasi kemungkinan divestasi tersebut. Perseroan juga disebut telah menghubungi sejumlah calon pembeli guna mengukur minat awal terhadap aset tersebut.
Namun proses pembahasan masih bersifat tertutup, sehingga para sumber meminta identitasnya tidak diungkapkan. Sejauh ini belum ada keputusan final yang diambil dan sumber menyampaikan bahwa pembahasan masih berlangsung dan INDY masih memiliki opsi untuk mempertahankan kepemilikan Kideco apabila memutuskan tidak melanjutkan transaksi.
Hingga laporan ini diterbitkan, perwakilan INDY maupun Kideco belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang diajukan Bloomberg. Seperti diketahui, Kideco merupakan salah satu aset utama INDY di sektor pertambangan batubara. Perusahaan ini memproduksi 30,7 juta ton batubara di sepanjang 2024.
Selain itu, Kideco juga mulai mengadopsi armada kendaraan listrik untuk kegiatan pertambangan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendukung praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, INDY juga tidak hanya bergerak di bisnis batubara, tetapi juga melakukan diversifikasi ke sektor mineral, minyak dan gas, logistik, infrastruktur, energi terbarukan, serta bisnis digital.
Hingga pukul 15.40 WIB perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham INDY berada di level 2.490 atau melonjak 11,16 persen dibandingkan penutupan kemarin pada posisi 2.240, dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp12,9 triliun. Selama sepekan terakhir, harga saham sudah melonjak 29,35 persen, namun dalam tiga bulan terakhir tercatat anjlok 29,66 persen. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
