Laba Bersih Astra (ASII) di Sepanjang 2025 Turun 3,3% Jadi Rp32,77 Triliun

asii
PT Astra International Tbk (ASII)- (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp32,77 triliun atau menurun 3,3 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp33,9 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan ASII untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2), emiten di bawah kendali Jardine Cycle & Carriage Limited ini mencatatkan pendapatan bersih Rp323,39 triliun atau merosot 1,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 mencapai Rp328,48 triliun.

Seiring dengan penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan Astra di sepanjang 2025 menurun 1,4 persen (year-on-year) menjadi Rp251,95 triliun, sehingga laba bruto menjadi Rp71,44 triliun atau menurun 2,2 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang sebesar Rp73,06 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, ASII hanya membukukan laba sebelum pajak penghasilan Rp49,29 triliun atau melorot 7 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2024 sebesar Rp53 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp9,08 triliun, maka laba tahun berjalan ASII menjadi Rp40,21 triliun atau terperosok 7,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Tahun Buku 2025 sebesar Rp32,77 triliun atau menurun 3,3 persen (y-o-y).

Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas Astra per 31 Desember 2025 tercatat Rp290,81 triliun atau bertumbuh 6,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp272 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas terpantau membengkak 8,6 persen (y-o-y) menjadi Rp216,55 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp152,08 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset ASII mencapai Rp507,37 triliun atau meningkat 7,6 persen (y-o-y) menjadi Rp507,37 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp52,62 triliun atau bertumbuh 8,6 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp48,44 triliun. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top