Lanjut Merugi di Kuartal I-2026, Defisit DOID Membengkak 40,3% Jadi USD88,75 Juta

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menderita rugi bersih USD25,51 juta, sehingga per 31 Maret 2026 perseroan mencatatkan defisit USD88,75 juta atau membengkak 40,3 persen (year-to-date).

Berdasarkan laporan keuangan DOID untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten pertambangan batubara ini hanya membukukan pendapatan bersih USD318,19 juta atau merosot 9,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD351,88 juta.

Sejalan dengan penurunan kinerja di area top line tersebut, beban pokok pendapatan ikut mengalami penurunan 15,5 persen (year-on-year) menjadi USD317,89 juta. Dengan demikian, DOID mampu meraih laba bruto USD301,72 ribu di Kuartal I-2026, berbalik dari rugi bruto USD24,12 juta pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, perusahaan milik Northstar Tambang Persada Ltd mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar USD29,84 juta atau menyusut 63,4 persen dibandingkan rugi sebelum pajak di periode Januari-Maret 2025 mencapai USD81,54 juta.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di Kuartal I-2026 sebesar USD5,56 juta, maka rugi periode berjalan yang dicatatkan DOID menurun 65,5 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 1Q26 sebesar USD25,51 juta atau menyusut 61,9 persen dari rugi bersih 1Q25 sebesar USD67,02 juta.

Akibat kinerja bottom line menderita rugi bersih USD25,51 juta, maka per 31 Maret 2026 perseroan mencatatkan defisit yang tidak dicadangkan sebesar USD88,75 juta atau membengkak 40,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai USD63,24 juta.

Per 31 Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Manoj Pitamber Nanwani dan Ronald Sutardja ini membukukan ekuitas senilai USD25,05 juta atau anjlok 48,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar USD48,87 juta. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai USD1,45 miliar alias bisa ditekan 2,1 persen (y-t-d).

Hingga akhir Maret 2026, total aset perusahaan milik PT Trimegah Sekuirtas Indonesia Tbk (TRIM) ini sebesar USD1,47 miliar atau menurun 3,6 persen, dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD185,93 juta alias merosot 11,6 persen dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2025 yang sebesar USD210,26 juta. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top