
RollingStock.ID – Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menguat signifikan pada perdagangan Senin (27/7). Pergerakan harga saham yang positif ini terjadi setelah perseroan merilis laporan keuangan Semester I-2026 yang menunjukkan adanya lonjakan laba bersih Semester I-2026 mencapai 76,77 persen.
Hingga pukul 10.50 WIB, saham produsen ban ini tercatat melesat 7,62 persen ke level 1.200 dari penutupan perdagangan akhir pekan lalu di posisi 1.115. Penguatan berlangsung di tengah aktivitas transaksi yang cukup ramai, tercermin dari volume transaksi sebanyak 23,1 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp27,47 miliar.
Pada sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini , saham GJTL dibuka di level 1.160 atau setara dengan kenaikan 4,04 persen dan sempat menyentuh level tertinggi 1.215. Kenaikan saham GJTL ke poisisi 1.200 tersebut turut mengangkat nilai kapitalisasi pasar (market cap) perseroan menjadi Rp4,18 triliun.
Secara teknikal, tren saham GJTL juga masih menunjukkan penguatan. Dalam sepekan terakhir, saham ini sudah menguat 4,p persen dan selama sebulan tercatat melejit 9,09 persen, serta melonjkan 14,83 persen sejak awal 2026 (year-to-date).
Pada perdagangan saham GJTL hari ini, para pelaku pasar menyoroti laporan keuangan Semester I-2026 yang baru dirilis perseroan. Gajah Tunggal tercatat membukukan laba bersih mencapai Rp796,37 miliar melonjak 76,77 persen dibandingkan Rp450,5 miliar pada Semester I-2025.
Lonjakan profit tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan bersih selama enam bulan pertama tahun ini yang sebesar 5,61 persen menjadi Rp9 triliun dari Rp8,52 triliun pada 1H25, serta peningkatan laba bruto menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,59 triliun.
Selain itu, beban keuangan bisa ditekan menjadi Rp194,45 miliar dari Rp241,49 miliar, sedangkan keuntungan selisih kurs (neto) pada 1H26 meningkat menjadi Rp115,33 miliar dari Rp36,86 miliar pada 1H26. Namun, laporan keuangan GJTL juga menunjukkan sejumlah indikator yang menjadi perhatian, yakni kas bersih dari aktivitas operasi anjlok 49,87 persen menjadi Rp409,02 miliar dari Rp815,89 miliar pada 1H25. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
