
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) membukukan laba bersih Rp2,58 triliun pada tahun buku 2025 atau melonjak 102,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 sebesar Rp1,28 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan SMAR untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Purimas Sasmita ini mencatatkan penjualan bersih Rp86,95 triliun atau meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp78,84 triliun.
Seiring dengan kenaikan omzet tersebut, beban pokok penjualan emiten milik Sinar Mas Group ini turut meningkat 8,4 persen (year-on-year) menjadi Rp76,73 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp10,21 triliun atau melesat 27,4 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp8,01 triliun.
Pada periode Januari-Desember 2025, jumlah beban usaha yang dicatatkan SMAR sebesar Rp6,62 triliun atau mengalami kenaikan 10,6 persen (y-o-y), maka laba usaha menjadi Rp3,59 triliun atau melambung 77,2 persen dibandingkan dengan periode Januari-Desember 2024 yang senilai Rp2,03 triliun.
Sepanjang 2025, emiten yang disebut juga dengan PT SMART Tbk ini membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp3,3 triliun atau mengalami peningkatan signifikan hingga 108,4 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di sepanjang 2024 senilai Rp1,59 triliun.
Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp718,08 miliar, maka laba tahun berjalan SMAR tercatat Rp2,59 triliun atau melesat 102,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025 mencapai Rp2,58 triliun atau melonjak 102,2 persen (y-o-y).
Pada sisi neraca, jumlah ekuitas SMAR per 31 Desember 2025 tercatat meningkat 12,8 persen menjadi Rp22,44 triliun dari Rp19,88 triliun per 31 Desember 2024. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp22,77 triliun atau bisa ditekan 10,5 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp13,31 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset mencapai Rp45,2 triliun atau menurun tipis 0,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp2,02 triliun atau melambung 27,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp1,59 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
