Pendapatan & Profitabilitas 1Q26 Melemah, Laba Bersih TBIG Merosot 5,6%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih Rp390,1 miliar atau merosot 5,6 persen dibandingkan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp413,4 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan TBIG untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd ini mencatatkan pendapatan Rp1,72 triliun atau menurun 0,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 mencapai Rp1,73 triliun.

Namun saat kinerja di area top line tersebut mengalami pelemahan, beban pokok pendapatan justru meningkat 2 persen (year-on-year) menjadi Rp482,6 miliar. Dengan demikian, laba bruto TBIG di Kuartal I-2026 menurun 1,8 persen menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,26 triliun pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi ini mencatatkan beban usaha Rp156,46 miliar atau membengkak 7,2 persen (y-o-y), sehingga laba usaha menjadi Rp1,08 triliun atau lebih rendah 3 persen dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2025 yang sebesar Rp1,11 triliun.

Selama tiga bulan pertama di 2026, emiten yang sahamnya dimiliki Bangkok Bank Public Company Limited ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp435,64 miliar atau mengalami penurunan 2,8 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2025 sebesar Rp448,29 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp30,48 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan TBIG menjadi Rp405,16 miliar atau terperosok 5,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp390,1 miliar alias merosot 5,6 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas TBIG per 31 Maret 2026 tercatat Rp13,26 triliun atau bertumbuh 4,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp12,73 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp33,25 triliun atau menurun tipis 0,8 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp46,52 triliun atau mengalami kenaikan 0,6 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp778,19 miliar alias meningkat 4 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp748,39 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top