Raih Penjualan Rp250,84 Miliar, Laba Bersih MARK di Kuartal Pertama Naik 19,2%

mark
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan laba bersih Rp83,42 miliar atau meningkat 19,2 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 senilai Rp70 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MARK untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Tecable (HK) Co Limited ini mencatatkan nilai penjualan Rp250,84 miliar atau melonjak 23,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp203,03 miliar.

Sejalan dengan lonjakan omzet tersebut, beban pokok penjualan yang dicatatkan MARK meningkat 36,9 persen (year-on-year) menjadi Rp132,72 miliar, sehingga laba bruto selama tiga bulan pertama di 2026 menjadi Rp118,11 miliar atau bertumbuh 11,4 persen dibandingkan Kuartal I-2025 yang senilai Rp106,06 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, produsen cetakan sarung tangan ini membukukan laba usaha Rp102,26 miliar atau meningkat 19,7 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp106,97 miliar atau naik 17,6 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 senilai Rp90,96 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp23,55 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan MARK menjadi Rp83,43 miliar atau bertumbuh 19,2 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik perusahaan sebesar Rp83,42 miliar atau meningkat 19,2 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas MARK per 31 Maret 2026 tercatat Rp985,21 miliar atau mengalami kenaikan 9,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp902,63 miliar. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp93,90 miliar atau bisa ditekan 21,8 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp82,02 miliar.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten milik CGS International Securities Singapore Pte Ltd ini mencapai Rp1,08 triliun atau meningkat 5,5 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp142,78 miliar alias melonjak 58,2 persen (y-t-d). Lonjakan kas ini terutama ditopang arus kas dari aktivitas operasi yang melambung 77,6 persen (y-t-d) menjadi Rp119,04 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top