Sales Amonia ke Genesis di 1Q26 Picu Lonjakan Laba Bersih ESSA Sebesar 130,7%

essa2
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan laba bersih USD18,76 juta alias melonjak 130,7 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 senilai USD8,13 juta.

Berdasarkan laporan keuangan ESSA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten kongsian pengusaha Chander Vinod Laroya dan Garibaldi Thohir (Boy Thohir) ini mencatatkan pendapatan USD95,21 juta atau melambung 36,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD69,62 juta.

Kenaikan omzet di Kuartal I-2026 tersebut terutama dipicu peningkatan penjualan amonia kepada Genesis Corporation sebagai pihak berelasi yang melesat 43,9 persen (year-on-year) menjadi USD85,58 juta, setara dengan menyumbang 89,9 persen dari total pendapatan.

Sementara itu, penjualan elpiji kepada pihak ketiga di Kuartal I-2026 justru mengalami penurunan 6,1 persen menjadi USD8,75 juta dari USD9,32 juta pada Kuartal I-2025, sehingga pos ini tidak menjadi pendorong pertumbuhan bagi total pendapatan ESSA.

Sejalan dengan adanya lonjakan total pendapatan, emiten yang sahamnya dimiliki pengusaha Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat) dan Sugito Walujo (Patrick Walujo) ini mencatatkan beban pokok pendapatan USD51,58 juta atau meningkat 8,9 persen (y-o-y), namun kenaikannya lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sehingga mendorong peningkatan margin.

Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama di 2026 yang dicatatkan emiten milik Bank of Singapore Limited dan Bank Julius Baer & Co Ltd ini menjadi USD43,64 juta atau melambung 96 persen (y-o-y) sejalan dengan dominasi kontribusi penjualan amonia. Laba sebelum pajak penghasilan di 1Q26 tercatat USD34,68 juta atau meroket 154,8 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak di Kuartal I-2026 sebesar USD7,92 juta, maka laba bersih tahun berjalan yang dicatatkan ESSA menjadi USD26,76 juta atau melesat 150,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD18,76 juta atau melonjak 130,7 persen (y-o-y).

Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas ESSA per 31 Maret 2026 tercatat USD610,4 juta atau bertumbuh 4,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD583,65 juta. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai USD72,4 juta alias membengkak 15,1 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki investor individu Jonathan Chang ini sebesar USD682,8 juta atau mengalami kenaikan 5,6 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD164,56 juta atau melompat 30,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai USD125,76 juta. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top