Sektor Properti Melorot 2,75%, Tekanan MPRO dan MKPI Bayangi Penguatan PANI

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (29/7), dengan indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) mencatat pelemahan terdalam. Koreksi tajam sektor ini menjadi salah satu faktor yang membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091.

Berdasarkan data di aplikasi IPOT, dari 11 indeks sektoral di BEI, hanya dua sektor yang berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau, yakni sektor barang konsumen nonprimer (IDXNONCYC) yang menguat 0,11 persen dan sektor kesehatan (IDXHEALTH) naik tipis 0,08 persen.

IDXPROPERT memimpin pelemahan setelah melorot 2,75 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan beragam pada tiga emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar pada sektor properti. Saham PANI yang memiliki market cap terbesar senilai Rp109 triliun justru mampu menguat 0,84 persen ke level 6.025.

Namun sebaliknya, MPRO yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXPROPERT senilai Rp103 triliun tercatat mengalami auto-rejection bawah (ARB) atau anjlok 14,87 persen ke level 10.450. Sementara itu, MKPI sebagai pemilik market cap terbesar ketiga senilai Rp20,4 triliun, sahamnya melemah 0,8 persen ke level 21.575.

Saham MPRO juga tercatat sebagai pemimpin penurunan paling dalan di indeks properti dan diikuti saham ELTY yang merosot 9,4 persen. Selain sektor properti, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi sektor dengan pelemahan terbesar kedua usai terperosok 2,6 persen, dengan koreksi paling tajam terjadi pada KOBX yang mengalami ARB (-14,6%) dan BNBR (-13,5%).

Tekanan juga terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang menurun 1,77 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada ELPI yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan MIRA yang juga mengalami ARB (-9,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melemah 1,48 persen, dengan penurunan terdalam pada KOKA (-6%) dan TBIG (-4,8%).

Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) terkoreksi 1,26 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham TAMU yang mencatatkan ARB (-9,1%) dan RATU (-5,2%). Indeks sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) merosot 1,16 persen, dengan penurunan paling tajam pada KDTN (-11,9%) dan HRME mengalami ARB (-9,1%).

Adapun pelemahan terbatas sebesar 0,45 persen terjadi pada indeks sektor keuangan (IDXFINANCE), dengan koreksi terdalam pada NICK (-7,3%) dan PADI (-6,6%). Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) menurun 0,32 persen, dengan koreksi terbesar pada BAJA yang mencatatkan ARB (-14,7%) dan KMTR (-7,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah tipis 0,06 persen, dengan penurunan terdalam pada MCAS yang mengalami ARB (-14,8%) dan LUCK (-7,1%)

Hari ini hanya dua sektor yang berhasil ditutup di zona hijau, yakni indeks sektor barang konsumen non-primer IDXNONCYC yang menguat 0,11 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham NEST (+12,9%) dan WMPP mengalami ARA (+10%). Indeks sektor IDXHEALTH yang meningkat 0,08 persen, dengan penguatan terbesar pada HEAL (+5,9%) dan MTMH (4,5%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top