
RollingStock.ID – Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan di periode perdagangan 20-24 Juli 2026, dengan sektor properti dan energi menjadi motor utama kenaikan pasar. Dukungan ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan 0,34 persen selama sepekan, meski pada Jumat (24/7) terkoreksi 1,88 persen ke level 6.196.
Berdasarkan data perdagangan selama sepekan terakhir, dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) memimpin penguatan hingga 6,51 persen. Kinerja ini ditopang emiten berkapitalisasi terbesar di sektor tersebut, yakni MPRO dengan market cap Rp143 triliun mengalami penguatan 45,7 persen.
Namun PANI sebagai pemilik market cap kedua terbesar di IDXPROPERT senilai Rp111 triliun mengalami penurunan 3,5 persen selama sepekan. Secara persentase, kenaikan tertinggi di indeks properti dan real estat juga terjadi pada MPRO (+45,7%), ELTY (39,1%) dan KOTA (+20%), sedangkan penurunan paling dalam yang terjadi selama sepekan adalah BAPA (-18%), NIRO (15,4%%) dan RBMS (-12%).
Posisi berikutnya setelah IDXPROPERT, ditempati indeks sektor energi (IDXENERGY) yang melonjak 4,65 persen selama sepekan terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi pada saham DEWA (+21,4%), PTRO (+14,5%) dan BUMI (+14%), sedangkan koreksi terdalam pada MITI (-6,8%), TINS (-3,9%) dan DKFT (-3,8%).
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumsi primer (IDXNONCYC) melesat 2,93 persen dan diikuti indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) yang meningkat 2,48 persen. Penguatan juga dicatatkan indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) sebesar 2,24 persen, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) meningkat 1,55 persen, indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) menguat 1,11 persen.
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) hanya meningkat 0,21 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham TIFA (+6,6%), BPFI (+5,6%) dan YULE (+5,1%), sedangkan ARTO (-11%), TRUS (-10,1%) dan ASMI (-9,5%). Kenaikan terbatas pada IDXFINANCE terutama dipengaruhi pelemahan BBCA (-3,1%) dan BBRI (-0,3%) sebagai dua emiten pemilik market cap terbesar di BEI.
Sementara itu, hanya tiga sektor yang melemah dalam sepekan terakhir, yakni indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatatkan koreksi terdalam sebesar 1,81 persen. Saham big caps pada sektor ini yang menjadi penekan utama di antaranya KLBF dengan market cap Rp33,7 triliun melemah 5,25 persen dan SILO dengan market cap Rp26,5 triliun anjlok 6,42 persen.
Selanjutnya pelemahan juga terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang mengalami penurunan 1,34 persen dan berikutnya adalah indeks sektor barang konsumsi non-primer (IDXCYCLIC) yang terkoreksi sebesar 1,12 persen. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
