
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) hanya membukukan laba bersih USD54,67 juta atau melorot 15,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2026 sebesar USD64,97 juta, lantaran tergerus peningkatan beban operasional.
Berdasarkan laporan keuangan ITMG untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Banpu Minerals (Singapore) Pte Ltd ini mencatatkan pendapatan bersih USD497,58 juta atau bertumbuh 3,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD482,52 juta.
Di tengah pertumbuhan terbatas pada area top line tersebut, beban pokok pendapatan tercatat meningkat 5,1 persen (year-on-year) menjadi USD364,82 juta. Dengan demikian, laba bruto di periode Januari-Maret 2026 menjadi USD132,75 juta atau tergelincir 1,9 persen dibandingkan pada Januari-Maret 2025 yang sebesar USD135,35 juta.
Pada Kuartal I-2026, ITMG membukukan laba sebelum pajak penghasilan USD81,86 juta atau menurun 4,5 persen (y-o-y). Penurunan ini disebabkan adanya tambahan tekanan dari kenaikan beban penjualan sebesar 1,7 persen (y-o-y) menjadi USD43,36 juta, serta beban umum dan administrasi yang membengkak 8,7 persen (y-o-y) menjadi USD13,11 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar SD26,15 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan ITMG menjadi USD55,71 juta atau terperosok 16,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar USD54,67 juta atau merosot 15,8 persen (y-o-y).
Dari sisi posisi keuangan, jumlah ekuitas ITMG per 31 Maret 2026 tercatat USD1,92 miliar atau lebih tinggi 0,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar USD1,91 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar USD480,13 juta atau bisa ditekan 3,5 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek USD338,5 juta.
Per 31 Maret 2026, total aset emiten pertambangan batubara ini mencapai USD2,4 miliar atau menurun tipis 0,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD747,17 juta alias merosot 7,5 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar USD807,95 juta. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
