Tertekan Kenaikan Beban Saat Omzet Turun, Laba Bersih TLKM di 2025 Anjlok 20,5%

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan laba bersih Rp17,81 triliun atau anjlok 20,5 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp22,4 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan TLKM untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten telekomunikasi di bawah kendali PT Danantara Asset Management ini mencatatkan pendapatan Rp146,74 triliun atau menurun 2,2 persen dibandingkan omzet di periode yang sama 2024 mencapai Rp149,97 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha Telkom tercatat senilai Rp34,65 triliun atau mengalami pelemahan signifikan hingga 16,4 persen dibandingkan dengan periode Januari-Desember 2024 yang sebesar Rp41,45 triliun.

Koreksi laba usaha tersebut dipicu adanya peningkatan beban dan biaya, terutama beban penyusutan dan amortisasi yang membengkak 10,1 persen (year-on-year) menjadi Rp37,65. Ditambah lagi dengan kenaikan beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar 0,1 persen (y-o-y) menjadi Rp41,23 triliun, serta beban interkoneksi juga meningkat 2 persen (y-o-y) menjadi Rp7,02 triliun.

Selanjutnya, beban umum dan administrasi membengkak 6 persen (y-o-y) menjadi Rp6,60 triliun dan TLKM juga mencatatkan rugi belum terealisasi dari perubahan nilai wajar investasi sebesar Rp242 miliar atau berbanding terbalik dibandingkan setahun sebelumnya yang bisa meraih keuntungan Rp188 miliar.

Sepanjang 2025, TLKM hanya mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp31,1 triliun atau terperosok 17,3 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 yang mampu membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp37,62 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp6,64 triliun, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan Telkom menjadi Rp24,46 triliun atau tersungkur 17,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp17,81 triliun alias anjok 20,5 persen (y-o-y).

Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas TLKM per 31 Desember 2025 tercatat Rp150,54 triliun atau merosot 2,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp154,2 triliun. Hingga akhir Desember 2025, total liabilitas mencapai Rp137,22 triliun atau meningkat tipis 0,02 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp73,95 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp287,76 triliun atau menurun 1,2 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp34,23 triliun atau lebih tinggi 1 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp33,91 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top