
RollingStock.ID – Per 30 Juni 2026, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) hanya menyisakan kas dan setara kas senilai Rp364,20 miliar atau anjlok 46,34 persen dibandingkan per 31 Desember 2026 sebesar Rp678,78 miliar. Penurunan kas ini terjadi ketika perseroan bisa meraih laba bersih di 1H26 sebesar Rp150,44 miliar dari sebelumnya menderita rugi bersih Rp16,38 miliar pada 1H25.
Berdasarkan laporan keuangan JKON untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, tekanan terhadap likuiditas juga tercermin dari arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi membengkak menjadi negatif Rp273,51 miliar, dibandingkan negatif Rp166,59 miliar pada Semester I-2025.
Dengan demikian, meski perseroan mampu membukukan laba bersih, namun aktivitas operasional di Semester I-2026 justru menyedot kas lebih besar dibandingkan Semester I-2025. Penurunan saldo kas selama enam bulan pertama tahun ini juga mencapai sekitar Rp314,57 miliar atau lebih besar daripada laba tahun berjalan Rp150,88 miliar, sehingga investor patut mencermati kualitas laba JKON.
Per 30 Juni 2026, emiten yang sahamnya dimiliki dua pendiri PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) alias IPOT ini mencatatkan total aset sebesar Rp4,61 triliun atau meningkat 2,44 persen dari Rp4,5 triliun per 31 Desember 2025. Berdasarkan data KSEI yang dipublikasikan BEI, dua pendiri IndoPremier tersebut adalah Ungkoro Darmosusilo dan Nixon Jacobus Silfanus.
Sementara itu, hingga akhir Semester I-2026 total liabilitas perseroan terpantau bisa ditekan 3,86 persen (y-t-d) menjadi Rp1,21 triliun, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp1,12 triliun. Total ekuitas JKON per 30 Juni 2026 tercatat Rp3,4 triliun atau bertumbuh 4,88 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp3,24 triliun. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
