IDXBASIC dan IDXHEALTH Melorot 1,33%, Jadi Sektor Terlemah Saat IHSG Sesi I Turun Tipis

RollingStock.ID – Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) dan indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sesi I, Senin (31/8), yakni masing-masing melemah 1,33 persen. Pelemahan tersebut terjadi ketika IHSG ditutup menurun tipis 0,01 persen ke level 6.517.
Berdasarkan data BEI, IDXBASIC ditutup melemah 1,33 persen ke level 1.815. Tekanan terutama diakibatkan oleh beberapa saham berkapitalisasi pasar besar di sektor ini. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor barang baku senilai Rp313 triliun, harga sahamnya anjlok 2,04 persen ke level 4.320.
Sementara itu, BRPT yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXBASIC senilai Rp171 triliun, harga sahamnya melemah 0,27 persen ke level 1.825. Adapun dua saham yang mencatatkan penurunan paling dalam terjadi pada NICE (-8,3%) dan SQMI (-4,5%).
IDXHEALTH juga mengalami penurunan 1,33 persen ke level 1.517. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp167 triliun, harga sahamnya melemah 5,21 persen ke level 13.650 dan KLBF dengan market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp36,9 triliun, harga sahamnya turun 1,25 persen ke level 790. Dua saham yang mengalami koreksi terdalam juga terjadi pada SRAJ dan diikuti PRIM (-1,7%).
Setelah dua sektor tersebut, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral berikutnya yang mencatat penurunan, yakni sebesar 0,19 persen ke level 6.834. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp476 triliun, harga sahamnya anjlok 1,55 persen ke level 200.100.
Sementara itu, EMTK sebagai konstituen IDXTECHNO yang memiliki market cap senilai Rp31 triliun, harga sahamnya terperosok 1,94 persen ke level 505. Adapun dua saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling tajam adalah KREN (-7,1%) dan MPIX (-3,4%). Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun 0,12 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham UDNG (-5,7%) dan AMMS (-4,9%).
Pada sisi lain, indek sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau meningkat 0,29 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham BEST (-12,7%) dan ELTY (-8,1%). Kemudian, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 0,74 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada BSIM yang mengalami ARA (+24,8%) dan LIFE (+16%)>
Selanjutnya, indeks IDXENERGY mencatatkan kenaikan 0,89 persen, dengan peningkat harga saham paling tajam terjadi pada MBAP (+14,1%) dan IATA (+10,7%). Indeks sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) meningkat 0,91 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham KOTA (+25,5%) dan KICI yang mencatatkan ARA (+24,4%).
Kemudian diikuti indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 1,05 persen, dengan peningkatan paling besar terjadi pada saham BALI yang mengalami ARA (+25%) dan OASA (+5,6%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat naik 1,22 persen, dengan peningkatan harga saham paling tinggi pada TRUK (+11,7%) dan PPGL yang mencatatkan ARA (+9,9%).
Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penguatan paling tinggi pada Sesi I, yakni melonjak 1,8 persen. Pergerakan sektor ini ditopang antara lain oleh saham UNTR dan IMPC. UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor industri senilai Rp90,3 triliun, harga sahamnya menguat 0,94 persen ke level 24.225.
Sementara itu IMPC sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp76 triliun, harga sahamnya melejit 2,59 persen ke level 1.385. Sayangnya, ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXINDUST senilai Rp193 triliun justru melemah 0,63 persen ke level 4.770. Adapun dua saham di sektor ini yang membukukan kenaikan paling tinggi adalah SINI (+13,2%) dan LABA (+9,3%). (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary