IDXENERGY Pimpin Penguatan Indeks Sektoral, IHSG di Sesi I Melonjak 1,7% ke 5.419

RollingStock.ID – Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat pada penutupan Sesi I perdagangan Kamis (22/10), seiring dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 1,7 persen ke level 5.419. Indeks sektor energi (IDXENERGY) memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 3,24 persen.
Berdasarkan data BEI, penguatan IDXENERGY hingga mencapai 3,24 persen, terutama ditopang kenaikan harga saham berkapitalisasi pasar besar, di antaranya BYAN, DSSA dan AADI. BYAN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp363 triliun, harga sahamnya melambung 6,08 persen ke level 10.900. Lalu, DSSA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp146 triliun, harga sahamnya melejit 2,7 persen ke level 760.
Kemudian, AADI sebagai penghuni IDXENERGY yang memiliki market cap terbesar ketiga senilai Rp87 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,68 persen ke posisi 11.175. Adapun dua saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada TOBA (+22,2%) dan TEBE (+20,9%).
Berikutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 2,61 persen. GIAA sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp17,9 triliun, harga sahamnya menguat 4,78 persen ke level 44. Saham-saham yang mengalami peningkatan harga terbesar terjadi pada TAXI (+18,2%), KJEN (+11,7%) dan GTRA (+9%).
Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terpantau melejit 2,27 persen pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. AMMN yang merupakan pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp282 triliun, harga sahamnya melonjak 4,28 persen ke level 3.900. TPIA sebagai konstituen indeks sektor barang baku dengan market cap Rp118 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 2,24 persen ke level 1.370.
Adapun ANTM sebagai emiten penghuni IDXBASIC dengan market cap Rp68 triliun, mengalami kenaikan harga saham mencapai 4,04 persen ke level 2.830. Saham-saham di sektor ini yang membukukan penguatan harga paling signifikan terjadi pada SMLE (+15,2%), ASPR (+15,2%) dan SQMI (+14,5%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 2,2 persen. BREN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp310 triliun, harga sahamnya melonjak 7,41 persen ke level 2.320. Kemudian diikuti TLKM sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp213 triliun, yang harga sahamnya meningkat 1,89 persen ke level 2.160.
Sementara itu, ISAT sebagai salah satu penghuni IDXINFRA dengan market cap mencapai Rp59 triliun, harga sahamnya tercatat melejit 2,52 persen ke level 1.830. Beberapa saham di sektor ini yang mengalami kenaikan harga paling tinggi, antara lain OASA (+19,4%), BUKK (+18,9%) dan ASLI (+11,6%).
Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami kenaikan 1,91 persen, dengan peningkatan harga saham paling signifikan terjadi pada WAPO (+15%) dan ANDI (+14,3%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 1,62 persen, dengan penguatan harga saham terbesar terjadi pada ZBRA (+15,2%) dan BNBR (+10%).
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) naik 1,61 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham HALO (+16,1%) dan DKHH (+11%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) tercatat menguat 1,34 persen, dengan kenaikan harga paling tinggi terjadi pada saham POLI (+16%) dan REAL (+13,9%).
Berikutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) meningkat 1,06 persen, dengan penguatan harga paling besar terjadi pada saham WIRG (6,7%) dan NINE (+5,5%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau menguat 0,87 persen, dengan peningkatan harga saham paling tajam terjadi pada ASMI (+20%) dan BFIN (+11,4%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary