
RollingStock.ID – Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (5/8), sejalan pula dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meningkat 0,5 persen ke level 6.351. Penguatan dipimpin indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang melejit 2,35 persen dan disusul indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 2,22 persen.
Berdasarkan data perdagangan di BEI, penguatan IDXHEALTH ditopang peningkatan harga sejumlah saham berkapitalisasi pasar (market cap) besar di sektor kesehatan. Saham SRAJ) sebagai emiten pemilik market cap terbesar di IDXHEALTH senilai Rp159 triliun, sahamnya menguat 0,97 persen ke level 13.000.
Selain itu, KLBF yang memiliki market cap terbesar kedua di sektor kesehatan senilai Rp37,4 triliun, mengalami lompatan harga saham hingga 8,8 persen ke level 800. Adapun dua saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi adalah juga pada KLBF (+8,8%) dan diikuti DGNS (+7,8%).
Selanjutnya, IDXBASIC tercatat menguat 2,22 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham TALF yang mengalami ARA (+24,9%) dan GDST (+13,9%). Indeks sektor barang konsumsi nonprimer (IDXNONCYC) ditutup meningkat 1,62 persen, dengan kenaikan tertinggi pada ADES yang mencatat ARA (+10%) dan BTEK juga mengalami ARA (+10%).
Berikutnya diikuti indeks sektor energi (IDXENERGY) yang ditutup menguat 1,61 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham SOCI (+10,3%) dan TOBA (+9,6%). Indeks sektor barang konsumsi primer (IDXCYCLIC) juga menguat 1,61 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada SLIS (+25,4%) dan KOTA (+10,3%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) berakhir menguat 1,6 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham CBPE yang mengalami ARA (+25%) dan EMDE (+15,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) ditutup bertumbuh 1,34 persen, dengan kenaikan tertinggi pada KREN (+7,7%) dan DCII (+5,9%).
Penguatan terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) sebesar 0,73 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham TRUK yang mencatatkan ARA (+25%) dan MIRA juga mengalami ARA (+8,7%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) ditutup menguat 0,3 persen, dengan kenaikan tertinggi pada IKBI (+7,2%) dan AMIN (+5,8%).
Sementara itu, hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yakni indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,2 persen, dengan penurunan terdalam pada saham HDFA (-8%) dan APIC (-3,8%). Tekanan signifikan datang dari BBCA sebagai pemilik market cap terbesar di BEI, yang harga sahamnya melemah 0,77% ke level 6.450.
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatat penurunan terdalam dengan koreksi sebesar 0,99 persen. Pelemahan IDXINFRA terjadi di tengah pelemahan TLKM sebagai emiten pemilik market cap Rp268 triliun, sahamnya menurun 2,87 persen ke level 2.710.
Selain TLKM, saham MORA sebagai emiten pemilik market cap senilai Rp262 triliun, harga sahamnya anjlok hingga 11,29 persen ke level 5.500. Penurunan MORA ini merupakan yang terdalam di sektor infrastruktur, kemudian disusul ISAT yang harga sahamnya melorot sebesar 4,5 persen ke level 1.900. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
