Meski Kinerja 1H26 Berbalik Raih Laba Bersih Rp262,56 Miliar, Kas SSIA Merosot 23,29%

ssia
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Kas dan setara kas PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) per 30 Juni 2026 tercatat merosot 23,29 persen (y-t-d) menjadi Rp1,09 triliun di tengah lonjakan laba bersih pada paruh pertama tahun ini. Penurunan likuiditas ini terjadi seiring besarnya belanja investasi yang melampaui arus kas operasi di selama Semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan SSIA untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten pengembang kawasan industri ini menunjukkan arus kas operasi yang berbalik positif menjadi Rp408,87 miliar, dibandingkan arus kas operasi negatif Rp782,85 miliar pada Semester I-2025.

Namun perbaikan itu belum cukup menutup kebutuhan pendanaan investasi, tercermin dari arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi di 1H26 meningkat 32,76 persen menjadi Rp688,04 miliar dari Rp518,24 miliar pada 1H25. Dengan demikian, kas bersih selama enam bulan pertama tahun ini tetap berkurang Rp332,7 miliar.

Tingginya kebutuhan investasi ditunjukkan dari belanja modal (capex) yang terus meningkat, seperti pengeluaran untuk perolehan aset tetap di 1H26 mengalami kenaikan 15,93 persen menjadi Rp648,56 miliar dari Rp559,43 miliar pada 1H25. Selain itu, SSIA juga menggelontorkan dana Rp32,07 miliar untuk memperoleh properti investasi dan senilai Rp26,24 miliar untuk investasi pada entitas asosiasi.

Di tengah ekspansi tersebut, beban keuangan di Semester I-2026 tercatat membengkak 84,67 persen menjadi Rp91,56 miliar dari Rp49,58 miliar pada Semester I-2025. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang yang hanya meningkat 4,79 persen menjadi Rp2,27 triliun per 20 Juni 2026, dari Rp2,19 triliun pada 31 Desember 2025.

Tekanan juga terjadi pada komponen penghasilan komprehensif lain, karena SSIA membukukan rugi penghasilan komprehensif lain di 1H26 sebesar Rp19,72 miliar alias memburuk 531,63 persen dibandingkan rugi Rp3,12 miliar pada 1H25. Hal ini terutama disebabkan penurunan nilai wajar aset keuangan melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp17,63 miliar. Penghasilan lainnya di 1H26 merosot 18,04 persen (y-o-y) menjadi Rp71,54 miliar, sehingga kontribusi pendapatan non-operasional ikut melemah.

Pada Semester I-2026, SSIA mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,35 triliun atau melonjak 58,4 persen dibandingkan Semester I-2025 yang senilai Rp2,12 triliun. Laba usaha SSIA di paruh pertama tahun ini melambung 520,46 persen (y-o-y) menjadi Rp633,07 miliar, sedangkan laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp262,56 miliar atau berbalik dari rugi bersih di paruh pertama 2025 sebesar Rp32,34 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top