Per 31 Maret 2026, Akumulasi Rugi Fore Kopi (FORE) Sebesar Rp168,37 Miliar

fore
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama di 2025, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan laba bersih Rp9,43 miliar atau melonjak 60,5 persen (year-on-year), sehingga total defisit per 31 Maret 2026 menurun 5,3 persen (year-to-date) menjadi Rp168,37 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan FORE untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Fore Holdings Pte Ltd ini mencatatkan penjualan bersih Rp444,46 miliar atau melambung 52,4 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp291,69 miliar pada kuartal I 2025.

Sejalan dengan peningkatan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan tercatat ikut meningkat 54,3 persen (y-o-y) menjadi Rp170,78 miliar, sehingga laba bruto FORE di Kuartal I-2026 melompat menjadi Rp273,68 miliar dari Rp181,04 miliar pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, laba operasional emiten kedai kopi ini tercatat Rp16,26 miliar atau bertumbuh signifikan 72,5 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp15,18 miliar alias melesat 140,3 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 yang senilai Rp6,32 miliar.

Dengan adanya beban pajak (neto) di Kuartal I-2026 sebesar Rp5,75 miliar, maka laba periode berjalan FORE menjadi Rp9,43 miliar atau melonjak 60,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan diatribusikan ke pemilik entitas induk juga Rp9,43 miliar atau membaik dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp5,88 miliar.

Akibat adanya laba bersih Rp9,43 miliar tersebut, maka akumulasi rugi (defisit) FORE per 31 Maret 2025 bisa ditekan 5,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp177,8 miliar. Hal ini sekaligus mencerminkan adanya perbaikan posisi ekuitas, meskipun masih dalam kondisi defisit.

Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas emiten milik investor individu Ferry Sudjono (4,32%) ini tercatat Rp690,14 miliar atau bertumbuh 1,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp680,59 miliar. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp474,11 miliar atau lebih rendah 1,1 persen (y-t-d), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp339,06 miliar.

Sampai akhir Kuartal I-2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki CGS International Securities Singapore Pte Ltd (2,98%) dan UOB Kay Hian Pte Ltd (2,98%) ini mencapai Rp1,16 triliun, dengan jumlah kas dan bank tercatat Rp253,8 miliar alias melorot 22,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp327,53 miliar.

Jika mengacu cash flow emiten milik investor individu Loh Valentine di periode Januari-Maret 2026, penurunan kas tersebut dipengaruhi arus kas dari aktivitas operasi yang menurun 10,2 persen (y-o-y) menjadi Rp40,05 miliar.

Ditambah lagi dengan adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp60,3 miliar atau melonjak 114,3 persen (y-o-y), serta adanya arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Rp53,47 miliar alias melambung 56,1 persen (y-o-y). (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top