Sektor Barang Baku Pimpin Penguatan, AMMN dan TPIA Menguat Saat IHSG Naik 1,56%

RollingStock.ID – Sejumlah indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Rabu (23/9), dengan indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 3,48 persen. Penguatan tersebut terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 1,56 persen ke level 6.374.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXBASIC memimpin penguatan indeks sektoral dengan kenaikan 3,48 persen. AMMN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp353 triliun, harga sahamnya tercatat menguat 3,4 persen ke level 4.870.
Sementara itu, TPIA yang menjadi emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXBASIC senilai Rp161 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 3,31 persen ke level 1.870. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan penguatan paling besar, antara lain adalah SMLE (+15,7%) dan ASPR (+9,7%).
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 2,59 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp410 triliun, harga sahamnya melonjak 3,8 persen ke 12.300. DSSA yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp206 triliun, harga sahamnya melambung 9,18 persen ke 1.070. Dua saham di IDXENERGY yang mengalami kenaikan tertinggi, yakni PKPK (+12,6%) dan INDY (+10%).
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) mengalami kenaikan 2,49 persen. VKTR sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp36,5 triliun, harga sahamnya melesat 8,44 persen ke level 835. Adapun saham IDXCYCLIC yang mencatatkan penguatan paling besar terjadi pada FORU (+34,1%) dan ZATA (+14%).
Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) naik 2,21 persen, meskipun ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp192 triliun, harga sahamnya melemah 0,63 persen ke 4.750. Namun, UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp91 triliun, harga sahamnya menguat 0,31 persen ke 24.400. Lalu diikuti IMPC dengan market cap Rp86,2 triliun yang sahamnya melejit 1,29 persen ke 1.570. Dua saham di sektor perindustrian yang meningkat tertinggi adalah SINI (+14%) dan HOPE (+7,6%).
Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau menguat 1,99 persen, dengan kanaikan harga saham paling tinggi terjadi pada ASPI (+10,3%) dan BKDP (+9,5%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melompat 1,26 persen, dengan peningkatan harga saham yang paling tajam terjadi pada PBSA (+11,6%) dan ACST yang mengalami ARA (+9,7%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) meningkat 1,02 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham MPXL (+34,1%) dan SAPX (+13,3%). Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami kenaikan 0,62 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham UNSP yang mencatatkan ARA (+24,3%) dan DEWI (+22,2%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 0,56 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada BNBA (+13,2%) dan BPII (+5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) naik 0,55 persen, dengan kenaikan tertinggi pada PTSN (+18,2%) dan WGSH mengalami ARA (+9,4%). Adapun indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menguat tipis 0,01 persen, dengan penguatan harga saham paling tajam terjadi pada EMMI (+15,4%) dan PRDL (+7,1%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
2 thoughts on “Sektor Barang Baku Pimpin Penguatan, AMMN dan TPIA Menguat Saat IHSG Naik 1,56%”