PBSA Siap Stock Split 1:2, Saham Nominal Baru Mulai Ditransaksikan 14 Oktober

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Perdagangan saham menggunakan nilai nominal baru mulai 14 Oktober 2026 di pasar reguler dan pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan PBSA yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (8/10), rencana pelaksanaan stock split tersebut dilakukan dengan memecah satu saham lama menjadi dua saham baru. Dengan demikian, aksi korporasi ini akan mengubah nilai nominal saham PBSA dari Rp50 menjadi Rp25 per saham.

Manajemen PBSA menegaskan, rencana stock split sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa yang digelar pada 18 September 2026. Pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, sehubungan dengan perubahan nilai nominal saham dalam rangka pelaksanaan stock split.

Lebih lanjut manajemen menyatakan, stock split dipertimbangkan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor dan mendukung peningkatan likuiditas perdagangan saham PBSA. Selain memperoleh persetujuan pemegang saham, PBSA juga mendapatkan persetujuan BEI atas permohonan pencatatan saham tambahan hasil stock split.

Dengan rasio 1:2, maka jumlah saham yang ditempatkan dan disetor PBSA akan bertambah dari 3 miliar lembar menjadi 6 miliar lembar. Kendati jumlah saham bertambah dua kali lipat, namun nilai modal ditempatkan dan disetor tetap Rp150 miliar.

Sementara itu pada sisi modal dasar, jumlah saham akan meningkat dari 9,6 miliar lembar menjadi 19,2 miliar lembar, sedangkan nilai modal dasar tetap Rp480 miliar. Adapun saham portepel meningkat dari 6,6 miliar lembar menjadi 13,2 miliar lembar, dengan nilai nominal keseluruhan tetap Rp330 miliar.

Perdagangan saham PBSA dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berakhir pada 13 Oktober 2026 dan perdagangan saham dengan nilai nominal baru dimulai pada 14 Oktober 2026. Selanjutnya, penyelesaian saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berakhir pada 15 Oktober 2026.

Adapun penentuan pemegang rekening yang berhak atas hasil stock split (recording date) juga ditetapkan pada 15 Oktober 2026. Perdagangan saham PBSA dengan nilai nominal baru di pasar tunai akan dimulai pada 16 Oktober 2026. Saham hasil stock split akan didistribusikan melalui subrekening Efek pemegang saham di KSEI pada 16 Oktober 2026.

Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Kamis (8/10), saham PBSA bertengger di level 780 atau merosot 2,5 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Selama sepekan terakhir tercatat, harga saham mampu menguat 4 persen, namun dalam tiga bulan melemah 1,89 persen dan secara year-to-date tercatat anjlok 48 persen. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *