Waskita Karya (WSKT) Lanjut Merugi di 9M26, Defisit Membengkak Jadi Rp22,53 Triliun

wskt
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan rugi bersih Rp2,87 triliun selama sembilan bulan pertama 2026 (9M26), meski menyusut 9,54 persen (year-on-year), sehingga defisit yang dicatatkan perseroan per 30 September 2026 membengkak 11,42 persen (year-to-date) menjadi Rp22,53 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan WSKT per 30 September 2026 yang publikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/10), emiten BUMN Karya ini membukukan pendapatan usaha mencapai Rp8,13 triliun atau melonjak 53,73 persen dibandingkan dengan capaian sebilan bulan pertama 2025 sebesar Rp5,29 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan WSKT hingga Kuartal III-2026 tercatat membengkak 66,44 persen menjadi Rp7,17 triliun dari Rp4,31 triliun pada periode yang sama di 2025. Dengan demikian, laba bruto perseroan di periode Januar-September 2026 menurun 2,09 persen (y-o-y) menjadi Rp959,44 miliar.

Pada periode Januar-September 2026, Waskita Karya mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp3,25 triliun, menyusut 9,27 persen dibandingkan Rp3,58 triliun pada periode yang sama di 2025. Sementara itu, rugi periode berjalan 9M26 mencapai Rp3,26 triliun alias bisa ditekan 9,09 persen dari Rp3,58 triliun pada 9M25.

Adapun besaran rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan pada Kuartal III-2026 tercatat Rp2,87 triliun atau menurun 9,54 persen dibandingkan Rp3,17 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Adapun rugi yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali mencapai Rp384,06 miliar, menyusut 5,64 persen (y-o-y).

Akibat adanya rugi bersih mencapai Rp2,87 triliun, maka per 30 September 2026 perseroan defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp22,53 triliun atau membengkak 11,42 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp20,22 triliun.

Per 30 September 2026, jumlah ekuitas WSKT tercatat Rp1,04 triliun atau anjlok 71,71 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp3,67 triliun. Hingga akhir Kuarta III-2026, total liabilitas sebesar Rp72,03 triliun atau membengkak 7,41 persen (y-t-d).

Sementara itu, total aset WSKT per 30 September 2026 tercatat mengalami kenaikan 3,3 persen (y-t-d) menjadi Rp73,07 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp1,5 triliun alias ambles 65,9 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp4,41 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *