Indeks Sektor Teknologi Anjlok Terdalam, DCII Melorot 3,18% Saat IHSG Melemah di Sesi I

Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektoral teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan penurunan terdalam pada penutupan Sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/10) di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,42 persen ke level 5.911.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTECHNO tercatat anjlok 1,24 persen, terutama tertekan penurunan harga saham DCII sebesar 3,18 persen ke level 193.125. DCII merupakan emiten pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor tenologi senilai Rp460 triliun.

Sementara itu, MLPT sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp44 triliun, mengalami penurunan harga saham hingga 5,53 persen ke level 940. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan koreksi paling dalam adalah UVCR (-5,6%) yang diikuti MLPT, RUNS (-4,3%) dan GOTO (-3,7%).

Berikutnya, indeks sektoral barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) terkoreksi 0,67 persen. MGLV sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp25,2 triliun, harga sahamnya justru melonjak 7,72 persen ke level 13.250. Sebaliknya, VKTR sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp24,9 triliun, harga sahamnya anjlok 10,24 persen ke level 570.

Adapun MAPI yang memiliki market cap terbesar ketiga di IDXCYCLIC senilai Rp23,9 triliun, harga sahamnya terpantau melemah 0,35 persen ke level 1.440. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling dalam adalah KDTN (-12,9%) dan MGNA (-11,4%).

Pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, indeks sektoral keuangan (IDXFINANCE) merosot 0,56 persen. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp723 triliun, harga sahamnya merosot 0,42 persen ke level 5.925. Lalu, BBRI sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp462 triliun, mencatatkan koreksi 0,96 persen ke level 3.080.

BMRI yang merupakan emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXFINANCE senilai Rp368 triliun, harga sahamnya melemah 0,5 persen ke level 3.990. Dua saham sektor keuangan yang mencatatkan pelemahan paling tajam, yakni ASMI yang mengalami ARB (-14,7%) dan STAR (-8,8%).

Indeks sektoral barang baku (IDXBASIC) melemah 0,26 persen, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada IFSH (-10,8%) dan DAAZ (-9,9%). Indeks sektoral perindustrian (IDXINDUST) terkoreksi 0,19 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada FOLK (-11,8%) dan SOSS (-8,3%). Indeks sektoral infrastruktur (IDXINFRA) menurun tipis 0,02 persen, dengan penurunan terdalam pada saham RONY (-7%) dan HADE (-4,2%).

Pada sisi lain, indeks sektoral transportasi dan logistik (IDXTRANS) terpantau menguat 0,03 persen, dengan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada SAPX (+11,8%) dan MITI (+8,9%). Lalu, indeks sektoral barang konsumen non-siklikal (IDXNONCYC) meningkat 0,08 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham DAYA (+14,2%) dan COCO (+8%).

Kemudian, indeks sektoral kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,09 persen, dengan pertumbuhan harga saham paling tinggi dialami DKHH (+9%) dan PEHA (+3,6%). Indeks sektoral properti dan real estat (IDXPROPERT) melejit 0,57 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham SMRA (+24,9%) dan BSBK (+4,9%).

Indeks sektoral energi (IDXENERGY) meningkat 0,62 persen, terutama terkatrol penguatan BYAN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp377 triliun. Harga saham BYAN pada Sesi I perdagangan hari ini menguat 0,22 persen ke level 11.325.

Berikutnya diikuti CUAN sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar kedua di indeks sektor energi senilai Rp76,4 triliun, yang harga sahamnya melejit 3,82 persen ke level 680. Dua saham di IDXENERGY yang mengalami kenaikan harga paling signifikan adalah ARII (+14,2%) dan GTBO (+8,5%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *