Indeks Teknologi Anjlok 2,76% Tertekan ARB GOTO di Saat IHSG Melorot ke Level 6.071

bei
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9) usai anjlok 2,76 persen, seiring GOTO kembali tersungkur 13,51 persen ke level 32 atau menyentuh batas auto-rejection bawah (ARB). Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 0,83 persen ke level 6.071.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, koreksi IDXTECHNO hingga sebesar 2,76 persen turut dipengaruhi sejumlah saham yang menjadi konstituennya. GOTO dengan nilai kapitalisasi pasar Rp36,4 triliun, menjadi salah satu saham yang mengalami tekanan paling dalam setelah kembali menyentuh batas ARB.

Sementara itu, DCII yang merupakan emiten dengan market cap terbesar di IDXTECHNO senilai Rp471 triliun, harga sahamnya tetap stagnan di level 198.000. Adapun MLPT dengan market cap Rp45,9 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 2,49 persen ke level 980. Saham-saham yang mengalami koreksi terdalam di sektor ini juga tercatat nama GOTO dan diikuti KREN (-11,8%).

Selanjutnya, indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam kedua, yakni sebesar 2,36 persen. FORU sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp37,6 triliun, harga sahamnya anjlok 14,5 persen ke level 224 atau mengalami ARB.

Selain FORU, VKTR yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXCYCLIC, yakni Rp34,5 triliun, harga sahamnya juga tercatat melorot 4,82 persen ke level 790. Adapun dua saham di sektor ini yang mengalami koreksi harga paling dalam juga terjadi pada FORU dan disusul saham KPIG (-10,4%).

Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau melorot 1,35 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham PTIS (-12,2%) dan TCPI (-10,1%). Kemudian, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) merosot 0,7 persen, dengan penurunan terbesar terjadi pada saham AKSI (-11,6%) dan TAXI (-11,1%).

Berikutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,6 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham MNC Group yang mengalami ARB, yaitu BABP (-13,5%) dan BCAP (-13,5%). Lalu, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tercatat menurun 0,37 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham KOKA (-9,6%) dan RONY (-6,1%).

Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 0,36 persen, dengan penurunan terbesar terjadi pada saham DADA yang mengalami ARB (-13,5%) dan ROCK (-12%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terpantau melemah terbatas 0,28 persen, dengan koreksi harga saham paling dalam terjadi pada ALKA yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan ASPR (-6,2%).

Adapun indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) ditutup relatif stabil dengan penurunan 0,00 persen atau berkurang 0,1 poin. Pada sektor ini saham yang mengalami penurunan harga paling dalam terjadi pada JECX (-5%) dan MTMH (-4,2%).

Pada sisi lain, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menjadi salah satu indeks sektoral yang menguat, yakni 0,15 persen. Penguatan ini antara lain ditopang saham INDF yang memiliki kapitalisasi pasar Rp59 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,37 persen ke level 6.725.

Selain INDF, PGUN dengan market cap Rp55,9 triliun mencatatkan kenaikan harga saham yang lebih tinggi, yakni 4,28 persen ke level 9.750. Dua saham di sektor barang konsumen primer yang mengalami kenaikan harga paling tinggi adalah NASI yang mencatatkan ARA (+14,9%) dan SMAR (+12%).

Sementara itu, indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penguatan tertinggi, yakni mencapai 1,17 persen. Penguatan indeks sektoral ini antara lain ditopang saham UNTR yang memiliki nilai kapitalisasi pasar Rp100 triliun, dengan harga saham melonjak 7,55 persen ke level 27.075.

Kemudian, IMPC sebagai konstituen IDXINDUST dengan kapitalisasi pasar Rp78,2 triliun, harga sahamnya tercatat menguat 0,35 persen. Saham-saham di sektor ini yang mengalami peningkatan harga terbesar, yaitu CCSI yang mencatatkan ARA (+24,5%) dan ASGR (+13,5%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

1 thought on “Indeks Teknologi Anjlok 2,76% Tertekan ARB GOTO di Saat IHSG Melorot ke Level 6.071”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *