IDXTECHNO Menguat 1,51%, Ditopang DCII, MLPT dan GOTO Saat IHSG Menguat Naik 0,46%

ilustrasi2
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) memimpin penguatan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (2/10), dengan kenaikan 1,51 persen ke level 5.724, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,46 persen ke level 6.036.

Berdasarkan data BEI, penguatan IDXTECHNO sebesar 1,51 persen turut ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. DCII yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp478 triliun, harga sahamnya melonjak 3,66 persen ke 200.900. Lalu, MLPT dengan market cap terbesar kedua yang senilai Rp44 triliun, harga sahamnya menguat 1,07 persen ke level 945.

GOTO sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap sebesar Rp 34,2 triliun, mengalami kenaikan harga saham mencapai 7,14 persen ke level 30. Adapun saham-saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan paling tinggi adalah PGJO (+8,9%) dan diikuti GOTO sebagai yang tertinggi kedua.

Selanjutnya, pada perdagangan di akhir pekan ini indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau menguat 1,12 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini Rp391 triliun, harga sahamnya meningkat 0,86 persen ke level 11.750. DSSA sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua yang senilai Rp219 triliun, harga sahamnya menguat 1,79 persen ke level 1.140. Kapitalisasi pasar DSSA mencapai sekitar Rp219 triliun.

Adapun AADI sebagai konstituen IDXENERGY dengan market cap Rp89,9 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,59 persen ke level 11.550. Dua saham di indeks sektor energi yang membukukan kenaikan harga tertinggi, yaitu MBSS yang mengalami ARA (+24,7%) dan SEMA (+11,4%).

Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menanjak 0,67 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada SMAR (+17,6%) dan ANDI (+15,8%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melompat 0,47 persen, dengan kenaikan tertinggi dialami saham SAMF (+21,6%) dan ALDO (+10%).

Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) meningkat 0,4 persen, dengan penguatan terbesar pada ROCK yang mengalami ARA (+24,9%) dan GMTD (+12,9%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) naik 0,2 persen, dengan kenaikan tertinggi pada BSWD yang mencatatkan ARA (+25%) dan TIFA juga ARA (+24,5%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,2 persen, dengan penguatan terbesar pada MEDS (+4,2%) dan RSCH (+3,7%).

Sementara itu, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melemah tipis 0,07 persen, dengan penurunan terdalam pada saham FORU yang mengalami ARB (-14,7%) dan AKKU (-11,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) merosot 0,9 persen, dengan koreksi terbesar pada ARKO (-11,3%) dan GOLD (-4,3%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) anjlok 1,38 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham SAPX (-10,4%) dan GIAA (-5,7%).

Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam, yakni terpangkas 1,7 persen. Namun, ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp187 triliun, harga sahamnya justru tercatat menguat 2,66 persen ke level 4.630. Sebaliknya, UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua yang senilai Rp96,9 triliun, harga sahamnya merosot 1,33 persen ke level 26.000.

Kemudian IMPC yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXINDUST senilai Rp73,5 triliun, harga sahamnya melorot 1,47 persen ke level 1.340. Saham-saham di sektor perindustrian dengan pelemahan paling dalam terjadi pada HOPE yang mengalami ARB (-14,9%) dan CCSI juga mencatatkan ARB (-14,9%). (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *