Pengendali Banderol Harga Tender Offer DOOH Cuma Rp148/Saham, Jauh di Bawah Harga Pasar

bei5
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Harga tender offer wajib (MTO) saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) dibanderol Rp148 per lembar, jauh di bawah harga pasar yang berada pada posisi Rp372 per saham saat penutupan Sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (2/10).

Saham DOOH pada level 372 tersebut menguat 7,51 persen dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (1/10) di level 346. Dengan harga Rp148, maka tender offer PT Sinergi Internasional Investama (SII) setara 39,78 persen dari harga saham DOOH pada penutupan Sesi I atau 60,22 persen lebih rendah dari level tersebut.

Mengutip laporan SII yang diterbitkan di Jakarta, 2 Oktober 2026, pihaknya akan melakukan MTO setelah mengambil alih 3.946.835.000 saham DOOH atau setara 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026.

Sekadar mengingatkan, SII membeli saham DOOH tersebut seharga Rp50 per lembar dan kemudian menjadi pengendali baru DOOH. Dalam aksi tender offer, SII menawarkan untuk membeli maksimal 2.624.548.624 saham DOOH atau setara 33,91 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Dengan harga Rp148 per saham, maka nilai maksimal dana yang harus disediakan SII untuk pelaksanaan MTO tersebut mencapai Rp388,43 miliar. Harga Rp148 per saham itu ditetapkan berdasarkan ketentuan harga penawaran tender wajib.

Manajemen SII menyebutkan, harga rata-rata tertinggi harian saham DOOH selama 90 hari kalender sebelum tanggal pengumuman pengambilalihan adalah Rp147,4 per saham. Adapun periode MTO dijadwalkan berlangsung mulai 5 Oktober hingga 3 November 2026, sedangkan tanggal pembayaran dijadwalkan pada 9 November 2026.

Dalam skenario seluruh saham yang menjadi objek tender offer diserahkan pemegang saham publik, maka kepemilikan SII di DOOH akan meningkat dari 51 persen menjadi 84,91 persen. Namun jika kepemilikan SII melebihi 80 persen, tentunya SII wajib mengalihkan kembali sebagian saham kepada masyarakat sehingga kepemilikan publik tetap paling sedikit 20 persen.

Pada skenario tersebut, sedikitnya 380.270.796 saham harus dialihkan kembali kepada masyarakat dalam jangka waktu paling lama dua tahun setelah periode tender offer berakhir. Manajemen SII menyampaikan, perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan likuidasi DOOH, mengubah kebijakan dividen, melakukan delisting maupun menjadikan DOOH sebagai perusahaan tertutup.

Penguatan harga saham DOOH pada Jumat (2/10) berlangsung di tengah rencana transformasi bisnis perseroan setelah berada di bawah pengendalian SII. Seperti diketahui, DOOH melalui PT Cakrawala Nexus Investama (CNI) berencana mengakuisisi 6,685 miliar saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau setara 29,88 persen saham INET, dengan nilai transaksi Rp2 triliun. Saham ini akan dibeli dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) dengan harga Rp300 per lembar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

1 thought on “Pengendali Banderol Harga Tender Offer DOOH Cuma Rp148/Saham, Jauh di Bawah Harga Pasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *