IDXCYCLIC Turun Terdalam, IDXENERGY Ikut Tertekan Saat IHSG Anjlok 1,33%

RollingStock.ID – Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,2 persen, disusul indeks sektor energi (IDXENERGY) yang melorot 3 persen pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10). Pelemahan kedua indeks sektoral ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,33 persen ke level 5.863.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, pada penutupan perdagangan hari ini IDXCYCLIC tersungkur 3,2 persen, terutama dipengaruhi koreksi harga saham berkapitalisasi besar. MAPI yang memiliki market cap terbesar di sektor ini senilai Rp24,9 triliun, mengalami penurunan harga saham mencapai 4,15 persen ke level 1.500.
Lalu, MGLV sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp24,1 triliun, harga sahamnya merosot 2,31 persen ke level 12.700. Adapun saham-saham di sektor ini yang menurun paling dalam adalah ARTA yang mengalami ARB (-14,9%) dan GRPH yang juga mencatatkan ARB (-14,6%).
Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) tersungkur 3 persen. BYAN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini Rp370 triliun, harga sahamnya menurun 1,77 persen 11.100. Sementara itu, DSSA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp161 triliun, harga sahamnya anjlok 6,15 persen ke 840. Dua saham di sektor ini yang melemah terbesar, yakni TEBE yang mencatatkan ARB (-14,7%) dan ATLA (-12%).
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) melemah 2,43 persen. ASII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di indeks ini senilai Rp193 triliun, harga sahamnya menurun 0,62 persen ke level 4.780. Sementara itu, IMPC yang memiliki market cap Rp59,2 triliun, harga sahamnya anjlok 8,09 persen ke level 1.080. Saham-saham di sektor ini yang melemah paling signifikan terjadi pada SOSS yang mengalami ARB (-14,7%) dan VISI (-14%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terkoreksi 2,41 persen. Saham BREN dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp291 triliun, harga sahamnya anjlok 6,03 persen ke 2.180. Adapun TLKM sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp220 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 0,89 persen ke 2.230. Dua saham di sektor ini yang merosot paling dalam terjadi pada ASLI yang mencatatkan ARB (-14,7%) dan HADE (-8,7%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tersungkur 2,06 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada BLTA (-7,7%) dan SAFE (-7,4%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terperosok 1,68 persen, dengan koreksi terdalam pada saham IFSH (-11,3%) dan BAJA (-9,4%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melorot 1,41 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada BBSS yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan ROCK (-13,2%).
Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau merosot 1,29 persen, dengan penurunan paling paling signifikan terjadi pada saham TRON yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan UVCR (-10,3%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXNONCYC) melemah 1,14 persen, dengan pelemahan harga saham yang paling besar terjadi pada AMMS yang mengalami ARB (-9,7%) dan GRPM juga mencatatkan ARB (-9,5%).
Adapun indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat menurun 0,64 persen, dengan penurunan harga saham paling dalam terjadi pada COIN yang mengalami ARB (-15%) dan AHAP (-10,6%). Lalu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatatkan koreksi paling tipis sebesar 0,15 persen, dengan pelemahan terdalam terjadi pada saham PRDL (-6%) dan PEVE (-4,8%). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary