IDXENERGY Anjlok 3,71% di Sesi I, BYAN dan DSSA Tertekan Saat IHSG Ambles 2,16%

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatatkan penurunan terdalam di antara indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Sesi I perdagangan Kamis (15/10), dengan pelemahan 3,71% di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,16% ke level 5.581,4.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penurunan IDXENERGY hingga 3,71 persen, terutama dipengaruhi BYAN sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp363 triliun yang harga sahamnya melorot 3,54 persen ke level Rp10.900.

Selain itu, DSSA yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp363 triliun, harga sahamnya anjlok 5,03 persen ke level 850. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling tajam adalah SEMA (-13,4%) dan TEBE (-13,2%).

Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terperosok 3,40 persen pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. AMMN yang memiliki market cap terbesar di sektor ini senilai Rp306 triliun, harga sahamnya melorot 2,54 persen ke level 4.220. Sementara itu, BRPT sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp129 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 3,5 persen ke level 1.380.

Adapun TPIA sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXBASIC senilai Rp122 triliun, harga sahamnya anjlok 5,67 persen ke level 1.415. Dua saham di sektor ini yang mengalami pelemahan harga paling besar terjadi pada IFSH (-10,9%) dan NICL (-10,1%).

Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tersungkur 3,03 persen. BREN sebagai emiten pemilik market terbesar di sektor ini, harga sahamnya anjlok 6,9 persen ke level 2.160. Lalu, TLKM sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp218 triliun, harga sahamnya menurun 1,78 persen ke level 2.210. Dua saham di sektor ini yang terkoreksi paling dalam, yakni ASLI (-13,3%) dan KBLV (-9,5%).

Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) tercatat anjlok 3,03 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham VKTR (-12,4%) dan ZONE (-11%). Lalu, indeks sektor transportasi (IDXTRANS) melemah 3,02%, dengan koreksi terdalam dialami saham BLTA (-10,3%) dan SAFE (-7,9%).

Kemudian, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melorot 2,82 persen, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada saham BLUE (-13,9%) dan SOSS (-12,8%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 2,23 persen, dengan pelemahan harga saham terbesar terjadi pada BBSS (-13,6%) dan REAL yang mengalami ARB (-13,3%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat merosot 2,11 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham AMMS yang mengalami ARB (-9,7%) dan GRPM juga mencatatkan ARB (-9,5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terperosok 2,09 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham TRON (-13,9%) dan UVCR (-13,5%).

Selanjutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 0,89 persen, dengan penurunan harga saham paling signifikan terjadi pada COIN yang mengalami ARB (-15%) dan ASMI juga mencatatkan ARB (-14,8%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,81 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham PEVE (-6,4%) dan PRDL (-5,4%). (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

1 thought on “IDXENERGY Anjlok 3,71% di Sesi I, BYAN dan DSSA Tertekan Saat IHSG Ambles 2,16%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *