DSSA Melonjak 10,09%, Kenaikan IDXENERGY di Sesi I Katrol Penguatan IHSG Sebesar 0,42%

Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Saham DSSA terpantau melonjak 10,09 persen ke level 1.255 pada perdagangan Jumat (28/8) Sesi I, sehingga mendorong indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 0,98 persen dan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi yang menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,42 persen ke level 6.548.

Berdasarkan data perdagangan di BEI, IDXENERGY memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan sebesar 0,98 persen. Selain DSSA yang memiliki kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp241 triliun, saham CUAN yang juga merupakan emiten big cap di sektor ini senilai Rp93,8 triliun tercatat menguat 2,45 persen ke level 835. Adapun dua saham yang mengalami kenaikan tertinggi di sektor energi juga dicatatkan oleh DSSA dan diikuti INPS (+7,5%).

Pada posisi berikutnya, indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) menguat 0,76 persen. VKTR sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp42 triliun, harga sahamnya meningkat 6,08 persen ke level 960. Sementara itu, MGLV sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp24,8 triliun, harga sahamnya melejit 7,42 persen ke level 13.025. Kenaikan tertinggi terjadi pada saham BIKE yang mencatatkan ARA (+24,5%) dan GRPH (+15,7%).

Selanjutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 0,66 persen, dengan kenaikann paling tinggi terjadi pada saham TRIM (+9,2%) dan BGTG (+8,9%). Kemudian, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) meningkat 0,4 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada PPGL yang mengalami ARA (+10,5%) dan MIRA (+3,8%).

Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau mencatatkan penguatan yang relatif terbatas sebesar 0,1 persen, dengan kenaikan harga saham yang paling besar terjadi pada BAPA (+19,86%) dan MSIE (+9,4%).

Pada sisi lain, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tercatat menurun tipis 0,06 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham ISAT (-3,8%) dan CENT (-3,7%). Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,07 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada BTEK (-9,1%) dan ANDI (-5,9%).

Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) merosot 0,25 persen, dengan pelemahan terbesar pada saham AREA (-5,3%) dan MLPT (-3%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menurun 0,41 persen, dengan koreksi terdalam pada EKAD (-5,7%) dan TALF (-4%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,5 persen, dengan penurunan paling tajam pada HOPE (-4,6%) dan PADA (-4,3%).

Adapun indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni mencapai 0,81 persen. Tekanan tercermin dari saham SRAJ sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp174 triliun, yang harga sahamnya anjlok 4,52 persen ke level 14.275.

Sementara itu, SILO yang menjadi emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor kesehatan senilai Rp27,8 triliun, harga sahamnya menurun 2,73 persen ke level 2.140. Saham SRAJ dan SILO tercatat sebagai dua saham yang mengalami koreksi paling dalam di IDXHEALTH. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *