IDX BASIC Anjlok Terdalam di Sesi I, Marak Saham Big Caps Catatkan ARB Saat IHSG Ambles 10,76%

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mencatatkan penurunan terdalam di antara indeks sektoral, yakni sebesar 12,98 persen pada penutupan Sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10). Pelemahan indeks ini terjadi di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 10,76 persen ke level 5.233.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, tekanan pada IDXBASIC mencapai 12,98 persen akibat sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar mengalami penurunan harga saham signifikan. AMMN sebagai pemilik market cap terbesar disektor ini senilai Rp271 triliun, harga sahamnya anjlok 14,81 persen ke level 1.500.

Selain itu, BRPT sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua di IDXBASIC senilai Rp113 triliun, harga sahamnya ambles 14,79 persen ke level 1.210. TPIA yang memiliki market cap terbesar ketiga Rp104 triliun, mengalami koreksi harga saham 14,84 persen ke level 1.500. Ketiga saham tersebut mengalami ARB pada penutupan perdagangan Sesi I.

Setelah IDXBASIC, indeks sektor energi (IDXENERGY) terperosok 12,23 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp333 triliun, harga saham anjlok 9,91 persen ke 1.500 dan sempat menyentuh ARB di posisi 9.450. DSSA pemilik market cap terbesar kedua Rp137 triliun, harga sahamnya anjlok 14,88 persen ke 715 atau menyentuh ARB. adapun AADI dengan market cap Rp78,4 triliun, harga sahamnya melorot 10,84 persen ke 10.075 dan sempat menyentuh ARB di posisi 9.625.

Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatatkan penurunan 12,14 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp248 triliun, harga sahamnya 14,91 persen ke Rp1.855 atau menyentuh ARB. TLKM yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp195 triliun, harga sahamnya melorot 11,66 persen ke 10.075 dan sempat menyentuh ARB di level 1.900. MORA sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp186 triliun, harga sahamnya tersungkur 14,81 persen ke level 3.910 atau mengalami ARB.

Selanjutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) terkoreksi signifakan hingga 10,8 persen. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp174 triliun, harga sahamnya 9,62 persen ke 4.320 dan sempat menyentuh ARB di posisi 4.070. UNTR yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp86,8 triliun, harga saham terperosok 7,82 persen ke 23.275 dan sempat menyentuh ARB di posisi 21.475. Lalu, IMPC dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp50,5 triliun, harga sahamnya anjlok 14,81 persen ke level 920 atau menyentuh ARB.

Berikutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terjerembab 10,43 persen, dengan penurunan sejumlah saham yang mengalami ARB adalah EMMI (-15%) RSGK (-15%), PYFA (-14,8%), DKHH (-14,7%) dan DGNS (-14,7%). Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC)tersungkur 10,16 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham-saham yang mencatatkan ARB, antara lain MERI (-15%), VKTR (-15%), BOLA (-15%), FORU (-15%) dan MSIN (-15%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melorot 9,71 persen, dengan penurunan paling tajam hingga mengalami ARB di antaranya terjadi pada JELI (-14,9%), OILS (-14,9%), PGUN (-14,9%), FORE (-14,6%) dan SSMS (-14,6%). Indeks sektor transportasi (IDXTRANS) melorot 9,46 persen, dengan pelemahan paling tajam mencapai ARB antara lain terjadi pada PJHB (-15%), ELPI (-14,9%), MITI (14,8%), WBSA (-14,7%) dan TNCA (-14,5%).

Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 9,38 persen, dengan koreksi paling dalam hingga menyentuh ARB antara lain terjadi pada KBAG (-15%), BSBK (-15%), CBDK (-14,9%), ATAP (-14,9%) dan PANI (-14,8%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 8,33 persen, dengan penurunan terdalam sampai menyentuh batas ARB terjadi pada MCAS (-14,9%), AREA (-14,8%), WIFI (-14,7%), EMTK (-14,6%) dan IRSX (-14,5%).

Adapun indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 8,22 persen, seiring dengan pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar. BBCA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini Rp637 triliun, harga sahamnya anjlok 13,99 persen ke level 5.225 dan sempat menyentuh ARB di posisi 5.175. Lalu BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp408 triliun, harga sahamnya melorot 12,26% ke 2.720 dan sempat menyentuh ARB di posisi 2.640.

Sementara itu, BMRI dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXFINANCE Rp336 triliun, harga sahamnya merosot 8,54 persen ke level 3.640 dan sempat menyentuh ARB di posisi 3.390. Beberapa saham di sektor ini mengalami koreksi signifikan hingga mencatatkan ARB, antara lain SUPA (-15%), FUJI (-15%), BBKP (-15%), COIN (-14,9%) dan BBYB (-14,7%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

1 thought on “IDX BASIC Anjlok Terdalam di Sesi I, Marak Saham Big Caps Catatkan ARB Saat IHSG Ambles 10,76%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *