Indeks Tekno Anjlok 16,22% Sepekan, GOTO Nyungsep 40% Saat IHSG Melorot ke Level 6.036

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan perdagangan yang berakhir Jumat (2/10/2026), yakni anjlok 16,22 persen. Tekanan juga terjadi pada seluruh indeks sektoral, sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.036 alias anjlok 3,28 persen dalam sepekan.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTECHNO mencatatkan penurunan paling dalam hingga sebesar 16,22 persen dalam sepekan terakhir. Tekanan ini terjadi meskipun DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp478 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 1,46 persen dalam sepekan ke level 200.900.
Sementara itu, MLPT yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp44,2 triliun, harga sahamnya dalam sepekan tercatat melorot 5,97 persen ke level 945. Adapun GOTO sebagai konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap Rp34,2 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir nyungsep 40 persen ke level 30.
Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam kedua, yakni tersungkur 6,88 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp378 triliun menjadi penekan utama, setelah harga sahamnya anjlok 7,21 persen dalam sepekan ke level 2.830. TLKM yang memiliki market cap kedua senilai Rp222 triliun, harga sahamnya anjlok 6,64 persen ke level 2.250.
Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menyusul dengan penurunan mencapai 6,62 persen. AMMN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di indeks ini senilai Rp307 triliun, harga sahamnya ambles 10,17 persen ke level 4.240. Lalu, TPIA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp147 triliun, mengalami koreksi harga saham hingga 5,56 persen ke level 1.700.
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) terpersok sebesar 6,16 persen dalam sepekan terakhir. Pergerakan indeks ini diwarnai kenaikan VKTR dan koreksi tajam pada saham FORU. VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp36,5 triliun, harga sahamnya menguat 7,05 persen ke 835. Sebaliknya, FORU yang memiliki market cap Rp27,4 triliun, terpantau harga sahamnya nyungsep 54,72 persen ke level 163.
Selanjutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) juga mengalami tekanan dengan penurunan mencapai 6,06 persen. GIAA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp20,3 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir anjlok 10,71 persen ke level 50. Sementara itu, TMAS yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua, yakni Rp6,73 triliun, harga sahamnya merosot 11,94 persen ke level 118.
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melorot 5,5 persen dalam sepekan terakhir. MPRO sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 0,83 persen ke level 12.000. Adapun PANI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp78,2 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir anjlok 11,16 persen ke posisi 4.300.
Dalam sepekan terakhir, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) terjerembab 4,87 persen. ASII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp187 triliun, harga sahamnya merosot 1,28 persen ke level 4.630. Namun, UNTR yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp96,9 triliun justru melonjak 7,33 persen ke level Rp26.000. IMPC sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga di IDXINDUST senilai Rp73,5 triliun, harga sahamnya melorot 5,3 persen ke level 1.340.
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat merosot 2,96 persen dalam sepekan terakhir. ICBP sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp78,7 triliun, harga sahamnya menguat 1,5 persen ke level 6.750. Sebaliknya, HMSP dengan market cap Rp71,5 triliun mengalami pelemahan harga saham sebesar 3,15 persen ke 615, sedangkan UNVR yang memiliki market cap Rp60,2 triliun, harga sahamnya menurun 3,07 persen ke level 1.580.
Kemudian, indeks sektor energi (IDXENERGY) dalam sepekan terakhir terpantau melemah 2,21 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp391 triliun, harga sahamnya merosot 2,89 persen ke 11.750. DSSA yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp219 triliun, justru harga sahamnya melonjak 8,06 persen ke 1.140. Namun, CUAN sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga di IDXENERGY senilai Rp94,9 triliun, harga sahamnya anjlok 9,63 persen ke level 845.
Berikutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) dalam sepekan terakhir tercatat menurun 2,05 persen. BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor keuangan senilai Rp744 triliun, harga sahamnya melorot 2,4 persen ke level 6.100. BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp462 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terpantau melemah 2,22 persen ke level 3.080.
Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling kecil di antara 11 indeks sektoral, yakni melemah 2,03 persen. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp159 triliun, posisi sahamnya stagnan di level 13.000. KLBF yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp33,9 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 1,36 persen ke level 725.
Adapun SILO sebagai konstituen dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXHEALTH senilai Rp25,2 triliun, harga sahamnya dalam sepekan mengalami penurunan 0,77 persen ke level 1.945. Sementara itu, SOHO yang memiliki kapitalisasi pasar Rp16,1 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir anjlok 7,94 persen ke level 1.275. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary