Indeks Teknologi Paling Tertekan, IDXCYCLIC Menguat di Saat IHSG Drop 0,43% ke 6.121

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan Selasa (29/9), yakni anjlok 3,37 persen, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,43 persen ke level 6.121.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, koreksi IDXTECHNO sebesar 3,37 persen terutama tercermin dari pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp471 triliun, harga saham tercatat stagnan di level 198.000.
Sementara itu, GOTO sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp42,2 triliun, harga sahamnya anjlok 13,95 persen ke level 37 alias tersungkur ke batas auto-rejection bawah (ARB). BELI dengan market cap Rp35,6 triliun, harga sahamnya melorot 2,26 persen ke level 260. Saham yang terkoreksi terdalam di sektor ini juga tercatat nama GOTO dan diikuti HDIT yang juga ARB (-13,95%).
Selanjutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau melorot 1,32 persen. MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di level 12.000. Adapun PANI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp84 triliun, mengalami pelemahan harga saham sebesar 2,53 persen ke level 4.620.
BSDE sebagai konstituen IDXPROPERT dengan market cap Rp11,5 triliun, harga sahamnya menurun 0,91 persen ke level 545. Saham-saham di sektor properti dan real estat yang mencatatkan koreksi paling dalam terjadi pada RISE yang mengalami ARB (-14,8%) dan DADA juga ARB (-13,95%).
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) merosot 1,1 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp397 triliun, harga sahamnya melemah 0,21 persen ke 11.925. CUAN yang memiliki market cap Rp99,4 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 2,75 persen ke level 885. Dua saham di IDXENERGY dengan pelemahan terbesar, yakni TAMU yang mengalami ARB (-14,3%) dan ATLA juga ARB (-13,95%).
Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat menurun 0,46 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham DSFI yang mengalami ARB (-15%) dan MBTO juga ARB (-14,8%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melemah 0,36 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham SAFE yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan MIRA juga ARB (-12,5%).
Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terkoreksi 0,23 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham NPGF (-10,4%) dan PACK mengalami ARB (-9,4%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melemah terbatas 0,12 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham PRDL (-5,3%) dan SOHO (-4,7%).
Pada sisi lain, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat tipis 0,03 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham BSWD yang mengalami ARA (+24,5%) dan LPPS (+12,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,06 persen, dengan penguatan terbesar pada PPRE (+8,1%) dan BALI (+6,2%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) naik 0,5 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada SOSS yang mengalami ARA (+24,8%) dan KUAS (+16,7%).
Adapun indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) menjadi penguat terbesar di antara 11 indeks sektoral di BEI, yakni naik 0,70 persen. FORU sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp43,8 triliun, harga sahamnya anjlok 14,38 persen atau mengalami ARB ke level 262.
Namun sebaliknya, VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp36,3 triliun, harga sahamnya melonjak 7,79 persen ke level 830. Lalu, MDIY dengan market cap Rp23,9 triliun juga mencatatkan penguatan 0,53 persen ke level 950. Saham-saham di sektor ini yang mengalami kenaikan tertinggi, yaitu CSMI (+24,4%) dan SONA (+18,5%). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary