Aset Cuma Rp31,78 Miliar, SWAP Bidik Dana IPO Rp45,22 Miliar Saat Arus Kas Operasi Negatif

RollingStock.ID – Perusahaan manufaktur produk kesehatan, PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham, dengan target penghimpunan dana maksimal Rp45,22 miliar.
Berdasarkan Prospektus Awal terkait rencana IPO SWAP, calon emiten dengan aset skala kecil ini akan melepas saham ke publik maksimum 323 juta lembar bernilai nominal Rp20 per saham atau setara dengan 30,3 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.
Pelaksanaan penawaran awal (book building) diagendakan pada 24-27 Agustus 2026, dengan harga penawaran sekitar Rp130-Rp140 per saham. Dengan demikian, melalui aksi korporasi ini SWAP bisa meraup uang masyarakat di pasar primer berkisar Rp41,99 miliar hingga maksimal Rp45,22 miliar.
Manajemen SWAP berharap, rencana IPO ini bisa mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2026, sehingga selanjutnya perseroan dapat menggelar penawaran umum pada 2-8 September 2026. Penjatahan dijadwalkan pada 8 September 2026, pendistibusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 9 September 2026 dan pencatatan saham di BEI pada 10 September 2026.
Apabila mengacu pada laporan keuangan SWAP per 28 Februari 2026, total aset perseroan hanya Rp31,78 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp33,36 miliar. Adapun total aset ini terdiri dari aset lancar Rp23,29 miliar dan aset tidak lancar senilai Rp8,49 miliar.
Pada periode dua bulan yang berakhir 28 Februari 2026, SWAP mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp2,28 miliar. Nilai ini meningkat 77 persen dibandingkan Rp1,29 miliar pada periode yang sama di 2025. Kenaikan itu terutama disebabkan pembayaran kas kepada pemasok yang lebih besar, sedangkan penerimaan dari pelanggan mengalami penurunan.
Kondisi arus kas operasi yang negatif tersebut juga terjadi di sepanjang 2025. Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp3,36 miliar atau membengkak 105 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 senilai Rp1,64 miliar. Arus kas operasi negatif ini terutama dikarenakan penurunan penerimaan dari pelanggan yang lebih besar dibandingkan penurunan pembayaran kepada pemasok.
Pada sisi income statement, pendapatan usaha SWAP di Tahun Buku 2025 tercatat senilai Rp7,12 miliar atau anjlok 30,25 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp10,21 miliar. Penurunan omzet tersebut terutama disebabkan adanya penurunan penjualan produk Ventilator V-01.
Untuk periode yang berakhir 28 Februari 2026, perseroan juga masih menderita rugi bersih Rp570,59 juta, meskipun lebih rendah dibandingkan rugi bersih pada dua bulan pertama di 2025 sebesar Rp978,7 juta. Sepanjang 2025, mencatatkan laba bersih Rp1,42 miliar atau ambles 58,96 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang mencapai Rp3,46 miliar.
Mengutip informasi dari Prospektus Awal, dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk tiga kebutuhan utama. Sebesar Rp15,8 miliar dialokasikan sebagai modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Senilai Rp12,2 miliar untuk belanja modal (capex) dan sebesar Rp 12 miliar akan dimanfaatkan untuk membayar utang.
Dengan demikian, dari nilai maksimal dana hasil IPO sebesar Rp45,22 miliar, senilai Rp40 miliar (88,5%) dialokasikan untuk modal kerja dan capex, sedangkan sebesar Rp12 miliar (26,5%) akan dimanfaatkan membayar utang. Sekadar informasi, pada proses IPO ini manajemen SWAP menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas, dahulu bernama PT OSO Sekuritas Indonesia.
Per 28 Februari 2026, total ekuitas SWAP tercatat Rp17,32 miliar, dengan total liabilitas Rp14,46 miliar. Utang pemegang saham mencapai Rp8,27 miliar dan tercatat sebagai liabilitas jangka panjang. Perseroan masuk ke dalam kriteria Penawaran Umum oleh Emiten Skala Kecil berdasarkan POJK Nomor 53/2017, dengan nilai emisi maksimal Rp45,22 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary